Pages

Senin, 06 Januari 2014

Kenapa Tidak Akurat???!

okeh amigoz.... hhehe it's been a while isn't it??? well sebenere saya lagi nulis sesuatu, tapi sudah 1 minggu sesuatu yang saya tulis itu inspirasinya tidak datang lagi... so ku buat tulisan ini...

Kenapa tidak akurat?!

Okeh sebelum berjalan lebih jauh, kita sempitkan masalahnya disini... nah ditulisan ini saya akan membantu amigoz sekalian untuk mengerti kenapa sih, ada banyak info tentang kejadian gempa bumi, tapi sangat jarang info yang keluar itu sama, bahkan untuk 1 gempa bumi (ya kalau 2 pasti beda lah).
Nah semua pengetahuan ini diperuntukkan untuk mereka yang awam... kalau mereka belajar tentang gempa, maksudnya seismologi, tentu saja bisa dapat lebih... okeh saya tidak akan membuat amigoz kesusahan dengan bahasa saya yang acak adut ini, just check it out....

Belakangan, terutama setelah bencana tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 silam, pemberitaan tentang kejadian (bukan bencana) gempabumi menjadi sangat-sangat dibutuhkan, dalam hal untuk antisipasi bencana... (biasa dikenal dengan mitigasi)
Nah, tentu saja amigoz, trutama yang sering nonton berita, entah TV one, atau Metromini, eh MetroTV pasti sering juga lihat berita gempa... atau kalau mau ekstrim sedikit, langsung saja buka di website bmkg dan geofon, hehehe (buat orang awam ya ini ekstrimnya, kan biasa nungguin berita dulu di TV)
Nah, jika amigoz sekalian masih takjub dengan perbedaan koordinat, atau perbedaan magnitude, atau perbedaan apapun itu dari berita kejadian gempa, maka setelah baca ini, pasti anda tidak bingung lagi, semoga, hehe...
Okeh, just cut the crap... perbedaan ini terjadi karena perbedaan struktur batuan dibawah tanah. Dalam hal ini yang mempengaruhi kecepatan rambat gelombang gempa adalah kondisi batuan yang dilaluinya.
Kondisi yang tidak sama ini, tidak seperti pada pelajaran fisika tentang gravitasi. Ya memang kita juga diberi tahu kalau percepatan gravitasi di setiap tempat itu tidak sama, namun dengan kemampuan para ilmuwan, maka percepatan gravitasi itu bisa dicarikan rata-rata.
Tapi untuk kasus ke gempaan, rata-rata yang digunakan itu tidak bisa mencakupi seluruh wilayah di dunia. Kenapa? Nah kita langsung studi kasus saja biar gampang...
Jika kita sekarang berada di sebuah posisi, diantara titik A dan B, umpamanya 2 km dari A dan 4 km dari B. Kita berjalan dengan kecepatan yang sama, 1 km/jam... nah tentu saja kita akan lebih cepat tiba di A daripada di B kan?!
Sekarang jika di kasus itu kita tambahkan begini, jika jalan ke A macet dan ke B lancar, apakah mungkin jika kita bisa tiba di B lebih dulu? Jawabannya YA IYO TO!!!
Nah sekarang hubungannya dengan gempa dimana? Nah kondisi batuan ini ibarat jalan tadi, mereka mampu membuat gelombang menjadi lebih cepat, atau lebih lambat untuk tiba di suatu tempat... istilah teknisnya adalah sebagai amplifier gempa.... dan bukan hanya kecepatan yang dipengaruhi, tapi juga kekuatan gempa itu...
Kondisi batuan di dunia, sangatlah berbeda satu wilayah dengan wilayah yang lain... dan terutama Indonesia tercinta kita ini, yang tersusun oleh 3 lempeng besar dunia (silahkan cari kisah legenda lempeng Indonesia di google, hhe), tentu saja struktur batuannya berbeda... jika di umumkan, mungkin mengikuti kondisi batuan ke-3 lempeng tersebut.
Nih kondisi Batuan Indonesia... Beda-Beda kan... hehehe
Kita selesai dengan batuan, it’s done!!! Sekarang selain batuannya, yang mebuat beda adalah cara analisanya... nah, kita kembali ke kasus A dan B tadi. Jika ada orang yang menunggu di setiap titik, misalkan di A, tentu saja dia bisa maklum karena tadi macet... dan di B, tentu saja bisa maklum karena jalan lancar.
Nah beda dengan gempa bumi, maksudnya disini adalah formulasi perhitungan parameter gempa (magnitude dan segala macamnya yg diberitakan itu disebut PARAMETER) untuk bagaimanapun kondisi batuan, masih sama... coba bayangkan, untuk batuan yang berbeda, rumusnya sama... wajarkan kalau hasilnya pasti beda. Karena bisa jadi batuan yg dilaluinya itu memeperlambat kecepatannya, atau justru mepercepat kcepatannya...
Dan terlebih lagi, formula, atau rumus itu diperoleh dengan memperhatikan gejala kegempaan lampau... maksudnya disini, rumus, dibuat dengan mengacu pada gempa sebelum, untuk menganalisa gempa sesudah... tidak salah, justru itu benar sekali... yang jadi masalah hanya satu yg saya pikirkan (jika amigoz memikirkan yg lain, ya suudaah tidak apa-apa)... karena kita menggunakan gempa yang sebelum, otomatis rumus itu akan pas jika pada gempa-gempa setelahnya, kondisi batuan tidak berubah... menger toh???
Nah itu untuk kasus batuan yang berbeda dengan formulasi perhitungan yang sama.... nah sekarang kondisi batuannya beda dan formulasinya beda??? Oh iya sebelumnya biar lebih jelas, maksud batuannya disini adalah batuan yang dilalui gempa, oke deal?
Kondisi batuannya beda, dan formulanya beda... wuih sudah jelas hasilnya pasti lebih banyak bedanya daripada samanya, iya kan??? Tidak perlu dijelaskan lagi sepertinya, karena pada dasarnya sama saja, hanya disini formula perhitungannya beda... hahaha
Jadi kenapa tidak akurat? Ya karena itu tadi... jika ingin perhitungan parameter gempa akurat, maka kita harus mampu untuk menginventaris (hehehe kayak buku aja inventaris) data batuan setiap daerah di Indonesia trutama...
maksudnya begini, jika ada gempa di utara Gorontalo misalnya, dan alat pencatat gempa yang mendeteksi ada di Manado, Gorontalo, dan Palu... maka biar perhitungannya akurat dan bisa sama yang dihasilkan, kita harus tau, apa-apa saja batuan yang dilalui dari sumber gempa itu menuju Manado, Gorontalo, dan Palu... setelah tau jenis batuan yg dilalui, tentu kita tau kecepatannya, misalkan jaraknya 180 km, batuan A yg dilewati itu 9.87 km, dengan kecepatan 8 km/jam, trus lewat lagi batuan B 23 km, dengan kecepatan berkurang jadi 5 km/jam, trus lewat lagi di batuan C, dengan kecepatan yang naik drastis jadi 8.03 km/jam, dan seterusnya dan sterusnya...

waw, rumit sekali bukan... jadi, sampai kita bisa menentukan seperti diatas, kita harus sabar dengan informasi gempa yang berbeda-beda... oh iya, mungkin judul yang lebih tepat, “kenapa beda-beda??” bukan ini, tapi biarlah, hanya judul, hehehe :D 


well amigoz, hidup boleh brutal tapi tetap ceria, hehehe....
READ MORE - Kenapa Tidak Akurat???!

Need a Translate?

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Popular Posts