Pages

Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Resensi: Kisah Hidup Ali Ibn Abu Thalib

Judul: Kisah Hidup Ali Ibn Abu Thalib
Penulis: Dr. Musthafa Murad
Penerbit: Zaman
Tahun Terbit: 2012
Cetakan: 1 sampai 3

“Siapakah yang mau menjadi pemimpin di tangah situasi yang penuh konflik dan perpecahan? Siapakah yang berani tampil di barisan paing depan ketika orang-orang saling berteriak sambil mengacungkan senjata? Siapakah yang mau mengorbankan nama baik dan kemuliaan demi mencegah kebinasaan umat? Siapakah orang yang tetap menjalai kehidupan dengan penuh keyakinan dan kemuliaan, sedangkan ia telah divonis akan mati terbunuh?”
Yah itulah sepenggalan dari resume buku ini. Oke langsung aja. Buku yang memiliki 260 halaman ini menceritakan kisah hidup salah seorang Khalifah, seorang sahabat yang setia, dan sekaligus suami dari seorang pemimpin wanita ahli surga, yaitu Ali Ibn Abu Thalib. Akan tetapi kisah hidup yang diceritakan disini bukanlah kisah hidup sejak beliau masih kanak-kanak, tetapi kisah kekhalifan beliau.
Dalam masa kekhalifan Ali, banyak konflik yang terjadi, sampai akhirnya pembunuhan terhadap Khalifah Ali oleh Ibn Muljam, Wirdan, dan Syabib yang terjadi pada 21 Ramadan. Dan banyak juga hal hal yang dalam buku ini berupa sejarah kekhalifahan Ali yang disalah pahami oleh kaum syiah sehingga mereka menyimpang.
Yah, jika ingin tahu lebih, bisa pinjam kok (nanti tapi, hahaha). Kita lanjut ke sisi penulisan buku. Buku ini ditulis dengan alur gabungan, dan menggunakan perspektif orang ketiga diluar cerita. Sayangnya bahasa yang digunakan dalam buku ini bukanlah jenis bahasa ringan, dan hanya orang-orang yang benar-benar ingin membacanya, dan mereka yang yakin bisa membacanya, serta sangat-sangat suka membaca bisa membacanya. Buku ini bukan untuk orang yang LEMAH & PENAKUT (dalam hal bacaan, hehehe). Walau begitu, penulis mampu menggambarkan suasana perang dan konflik yang memang banyak terjadi di zaman itu, seperti saat perang Jamal dan Shiffin.
Okeh untuk harga ya… hmm, buku ini merupa 1 dari 4 seri buku kisah hidup sahabat-sahabat Nabi yang menjadi Khalifah, dan kemarin ane patungan dengan temen ane, dikarenakan harga 1 setnya Rp 150000. Tapi gak bakalan nyesel dah, hehehe. Okeh sekian dulu Amigoz….
READ MORE - Resensi: Kisah Hidup Ali Ibn Abu Thalib

Sabtu, 20 Oktober 2012

Resensi : Sandiwara Langit

Okeh Amigo... ini ane dapat lagi sebuah resensi buku dari Majelis Ilmu, lebih tepatnya, resensi ini adalah buah tangan dari Ikha Rifkah... well just cekidot
 
Judul Buku : Sandiwara Langit
Tebal Buku: 200 halaman
Penulis: Al Ustadz Abu Umar Basyier
Penerbit: Shofa Media Publika



Resensi Sederhana menurut musafir kecil
Saya akan mulai dengan pengantar dari penerbit yang bagi saya cukup mewakili untuk menggambarkan buku ini, dan berikutnya akan saya tuliskan beberapa sinopsis singkat dari paragraf-paragraf penting yang terdapat dalam bab-bab buku ini.
Adalah Rizqaan, tokoh utama dalam buku ini, salah satu contoh, dari segelintir umat manusia yang secara apik dianugerahi kekuatan dalam menjalani semua takdirnya, yang teramat berat dan sakit menyayat, namun begit penuh hikmah na harum dan indah memikat.
“Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperolah kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut istrinya.” (Riwayat Ahmad dan Abu dawud)
Ia adalah pemuda shalih, yang berjuang keras menyelamatkan diri dari fitnah membujang, dengan segera menikah dengan segala keterbatasan yang ada. Modal belum ada, pekerjaan pun tak punya. Dan Halimah pemudi yang juga shalihah, putri pak rozaq, seorang pengusaha kaya raya menjadi pilhannya. Meski dari keluarga apa adanya, sebagai muslim idealis, ia tak gentar menemui keluarga Halimah, untuk maju meminang. Terkesan nekat, tetapi begitulah, selama itu adalah kebenaran yang diyakin, pantang bagi rizqaan untuk bersurut langkah.
Keunikan kisah ini, dimulai ketika pak rozaq mau menikahkan mereka, namun dengan satu syarat. Bila dalam sepuluh tahu ia tidak bisa “sukses” (baca: kaya raya menurut barometernya) dan “membahagiakan” Halimah, maka ia harus menceraikannya.
Ah, hidup memang benar-benar penuh hal tak terduga, yang kadang begitu sulit dipercaya. Yang tak jarang memaksa kita untuk menerima realita, bahwa itu memang benar terjadi adanya. Selama sepuluh tahun itu, mereka makin menemukan cinta sejati, cinta hanya karena dan kepada Allah semata. Makin kuat, mengakar dan menghebat, lebih dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya. Mengokohkan jiwa mereka dan menhadapi segala badai yang menerpa, dari kematian ayah Rizqaan dala kebakaran pabrik, yang juga membangkrutkan usahanya, hingga berujung pada perceraian yang dipaksakan, demi menepati perjanjian. Atau kisah kematian Halimah yang begitu dramatis, sampai kebesaran hati Rizqaan memaafkan ‘dalang’ penyebab kebakaran sekaligus kematian ayahnya.
Yang istimewa, cerita yang tersaji dalam buku ini, adalah pemaparan kembali dari kisah nyata yang-insyaAllah- benar-benar terjadi, untuk bersama kita petik hikmahnya. Makin memikat, saat penyusun kisah, Ustadz kami Abu Umar Basyier Al-maedany, juga menyisipkan dalil-dalil Al Qur’an dan Assunnah untuk makin memperkuat bahasan.
Sangat berbeda dengan buku “sejenis” yang terlanjur meracuni umat, dengan kisah fiktif, sandiwara atau satra penuh rekayasa. “Racun” tersebut semakin kabur dan sulit dikenali, dengan pelabelan Islami yang sangat dipaksakan, entah itu pada novel maupun cerpen murahan dan kawan-kawannya. Bagaimanapun, secara umum Islam tidak pernah mengajarkan dusta untuk mencapai –semulia apapun- tujuannya.
Sinopsis singkat (bagian warna adalah kutipan dari buku)
Pria Muda yang ingin menikah
“Begini ustadz. Usia saya sekarang baru 18 tahun. Namun terus terang, saya sudah ingin sekali menikah. Saya khawatir terjebak dalam perzinaan, bila saya harus menunda menikah lebih lama lagi.” Tanpa sungkan pemuda itu menceritakan keinginannya. Cerita itu sendiri sejatinya sudah memuat pertanyaan. Namun saya ingin tahu lebih jauh. Saya biarkan dia terus bercerita.
“Saya sadar, saya masih terlalu hijau untuk menikah. Tapi saya lebih sadar, bahwa tanpa menikah, saat ini saya merasa tidak kuat menahan godaan syahwat. Saya telaten puasa dawud satu tahun ini, untuk menjalankan sunnah Rasul. Gejolak itu memang teredam sebagiannya. Namun yang masih tersisa begitu kuat. Dan saya merasa tersiksa. Apa saya sudah layak menikah ustadz?”
Berikutnya terjadi tanya jawab antara pemuda tersebut dan sang ustadz, seputar pernikahan, kondisi pemuda tersebut yang memang belum mapan, dan tidak mempunyai pekerjaan, dan kemauan dari calon mertuanya untuk menikahkan putrinya dengan pemuda yang sudah mapan. Sang ustadz pun menyarankan agar pemuda tersebut memusyawarahkan hal tersebut dengan orang tua sang calon.
Kesepakatan atau perjudian?
“Calon mertua saya itu ternyata orang yang berpendirian kuat, tapi ambisius. Ia bersedia menikahkan saya dengan putrinya, tapi dengan sebuah tantangan.”
“Tantangan”
“Ya. Ia menantang saya, dengan justru tidak akan membantu kami, bila kami menikah. Ia memang bukan konglomerat ustadz, tapi hidupnya sangat berkecukupan. Setidaknya ia bisa membantu kami bila suatu saat kami hidup kesusahan. Dan ia sesungguhnya tak ingin putrinya hidup serba kekurangan sepanjang hayat. Tapi bila sudah berkeluarga, ia ingin putrinya tidak lagi bergantung kepadanya. Ia menantang bahwa dalam sepuluh tahun saya harus dapat memberi penghidupan yang layak buat putrinya. Kami sudah harus memiliki kehidupan yang berkecukupan. Bila tidak, ia meminta saya menceraikannya. Dan uniknya ia meminta hal itu diucapkan saat akad nikah, sebagai syarat”
Pemuda dan sang ustadz kemudian berdialog tentang hukum adanya syarat seperti itu.
Sosok kedua tokoh utama (dalam 2 bab)
Pada bab berikutnya, digambarkan latar belakang kehidupan pemuda shalih bernama Rizqaan ini dan juga pemudi shalihah bernama Halimah, yang nampaknya mempunyai beberapa kesamaan dan idealisme yang membuat mereka cocok satu sama lain. Rizqaan adalah seorang penuntut ilmu yang gigih yang langka dimana dikala kalangan pemuda yang lainnya larut dalam kehidupan dunia muda dengan beragam fenomenanya. Halimah adalah sosok muslimah yang teguh menjalani fitrahnya menjadi seorang muslimah kaffah dilingkungan keluarga yang jauh dari nilai agama.
Lembar-lembar kehidupan (dalam beberapa bab)
Dan bab-bab selanjutnya adalah torehan tinta dari perjalanan panjang dan melelahkan dari babak-babak kehidupan dua orang muda-mudi dalam mengayuh dayung sebuah biduk kecil bernama rumah tangga yang mereka bangun dengan dasar ketaqwaan kepada Rabb mereka. Bermacam ujian dan cobaan yang digambarkan, namun senantiasa dihadapi oleh mereka dengan suatu sikap yang sudah selayaknya dimiliki oleh seorang muslim. Juga sampai pada masa-masa cobaan yang mereka sudah bukan dalam bentuk kesulitan namun justru suatu nikmat yang bisa saja menjerumuskan mereka ke jurang kenistaan.
Rizqaan memulai perjuangannya memberi nafkah kepada istrinya dengan mencoba berdagang menjajakan roti dari suatu pabrik dari sedikit modal yang dimilikinya. Kedua insan ini memulai hidup dalam keprihatinan, namun mereka tetap sabar dan yakin akan ketentuan yang diberikan Allah kepada mereka. Dari mulai diceritakan saat-saat mereka hanya makan nasi putih dengan garam dan bawang goreng, dan bermacam cobaan lainnya. Berkat kegigihan dan kejujuran Rizqaan dalam berdagang, juga kesabaran Halimah istrinya untuk menerima keadaan mereka dan keuletannya me-manage keuangan rumah tangga. Pelan tapi pasti kehidupan keduanya berangsur membaik. Rizqaan menjadi penjual roti keliling yang sukses, berkat kejujurannya dan teguhnya memegang prinsip agamanya untuk tidak berdekatan dengan segala hal yang berbau haram maupun syubhat yang melingkupi bidang pekerjaannya. Rizqaan adalah tipe pekerja keras, namun ia bukanlah hamba dunia. Ia bekerja keras untuk mendapatkan dunia, namun ia berniat menundukkan dunia itu agar menjadi ladang akhirat baginya. Kehidupan ruhaninya yang dulu pun tak menjadi rusak dikarenakan kesibukannya mencari harta, bahkan Rizqaan yang hanya lulusan SMA ini telah menjelma menjadi sosok yang layak menyandang gelar Al-Ustadz.
Kebahagiaan keduanya lengkap tatkala mereka mendapatkan keturunan dari Allah Ta’ala. Bisnis Rizqaan semakin maju, hingga kini Rizqaan sudah bukan lagi penjaja roti keliling tapi sudah menjadi seorang pengusaha roti yang mempekerjakan beberapa karyawan. Omzetnya pun bukan lagi puluhan ribu seperti ketika awal-awal ia merintis usahanya, namun sudah menjadi puluhan juta. Kerikil-kerikil tajam sudah barang tentu menjadi selingan dalam kehidupannya.
Gemuruh prahara
Pada bulan keenam tahun kesepuluh pernikahan mereka adalh puncak kebahagiaan yang mereka rasakan, tidak ada lagi kesusahan dalam hidup mereka. Rizqaan sudah menjadi seorang pengusaha sukses. Rumah mereka bukanlah rumah petak kontrakan ala kadarnya, namun sudah menjadi rumah mewah dengan pabrik roti di belakangnya. Akhirnya memasuki bulan kesebelas kehidupan yang mereka jalani terasa begitu lambat ketika mereka berusaha untuk mempertahankan kehidupan mereka dan menunggu hingga saat tiba bagi Rizqaan untuk membuktikan janjinya kepada mertuanya. Hingga suatu malam tiba, dimana malam itu pada bulan kedua belas dan hari “H” tinggal hanya dua hari lagi terjadi musibah besar yang memporak-porandakan kehidupan yang selama ini mereka bagun dengan susah payah. Kebakaran melanda pabrik dan rumah mereka, hingga menjadikan ayah Rizqaan meninggal dunia. Belakangan di akhir cerita diceritakan, bahwa kebakaran tersebut merupakan ulah dari saudara jahat Halimah yang bernama Asyraf agar ayahnya memenangkan perjanjian dan Halimah menikah dengan lelaki lain yang lebih kaya.
Badai Susulan
Baru beberapa dua hari berselang dari musibah kebakaran tersebut, musibah lain datang menyapa. Hari itu adalah hari final dari perjanjian yang diucapkan Rizqaan saat akad nikah sepuluh tahun yang lalu. Sang mertua (Bapak Halimah) dengan kejamnya menagih janji dari Rizqaan dan menyatakan bahwa Rizqaan tidak dapat memenuhi janjinya, karena saat ini Rizqaan telah menjadi seorang yang bangkrut. Akhirnya dalam pergulatan batin yang hebat sebagai seorang muslim dan muslimah yang menaati Allah dan Rasulnya. Mau tak mau mereka harus menepati janji mereka.
“Halimah istriku……..” ujar Rizqaan, dengan napas tercekat.
“Ya, abuya. Kakanda. Suamiku.” Balas Halimah, tak kalah pedihnya.
“Dihadapan Allah. Atas Dasar ketaatan kita kepada-Nya. Dengan harapan Allah akan memperjumpakan kita di Surga kelak dalam sejuta keindahan yang melebihi segala yang pernah kita rasakan berdua. Atas dasar cinta kasih kita yang suci. Atas dasar kepedihan hati yang mendalam, yang hanya Allah yang mengatahuinya: SAYA MENALAQMU ADINDA.”
Meski tabah, tapi mau tidak mau tangisan Halimah meledak, tak terbendung lagi. Ia menagis terisak-isak. Ia tak pernah membayangkan, bahwa kesetiaannya kepada suami akan berujung pada kepedihan seperti ini. Ya Allah Ya Rabbi. Kami yakin, berkah sesungguhnya adalah pada cinta-Mu kepada kami. Kami merindukan cinta-Mu. Hati Rizqaan dan Halimah berbisik lirih.
Lembaran-lembaran baru kehidupan Rizqaan, Halimah dan Nabhaan anak mereka
Pada bab-bab selanjutnya dikisahkan bagaimana Rizqaan merintis kembali usahanya yang telah hancur dengan sekuat tenaga dan ketabahannya menghadapi cobaan. Juga dikisahkan bagaimana kehidupan Halimah selanjutnya selepas menyandang predikat sebagai seorang janda yang sangat tidak dia harapkan. Tak lupa bagaimana rintihan putra mereka Nabhaan yang saat itu berusia delapan tahun ketika menanyakan kenapa kehidupannya tidak bisa bahagia seperti dulu lagi. Sampai pada suatu saat, ketika ada seorang duda kaya raya anak seorang pejabat yang mengutarakan keinginan untuk menikahi Halimah. Dikisahkan inilah sebab mengapa Asyraf, abang Halimah, melakukan perbuatan keji merusak kehidupan rumah tangga Rizqaan dan Halimah. Namun entah apa yang dibicarakan oleh Halimah, duda tersebut dan ayahnya, ketika mereka berniat melamar Halimah, sehingga menjadikan mererka mengurungkan niat untuk melamarnya. Saat diceraikan oleh Rizqaan, halimah sedang mengandung anak kedua mereka, dan saat menjadi janda kondisi kesehatan Halimah menjadi memburuk dan ternya Halimah telah divonis menderita leukimia (kanker darah) dengan diagnosa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Hari-hari berlalu sampai suatu ketika Ayah Halimah menyadari bahwa Halimah tidak akan bisa menikah dengan lelaki lain selain Rizqaan.
Ending yang mengharukan
Suatu ketika Halimah dan kedua orang tuanya berkunjung ke rumah Rizqaan yang kini telah mapan kembali.
**************************************
“Kami datang, untuk sebuah keperluan yang mungkin tak pernah kamu duga ananda. Setelah perdebatan panjang, dan banyak kisah-kisah di sekitarnya, kami berniat, akan menikahkanmu kembali dengan putri kami, Halimah…..”
“A….pa…? menikahkanku kembali dengan Halimah” Rizqaan tergagap. Ia tak mampu berbicara. Ada kelebatan sinar menyapu otaknya. Sehingga ia nyaris hanya bisa terpaku karena kegembiraan yang tidak terkira.
*************************************
“Abuya….”
“Maaf, aku belum menjadi suamimu lagi….” sela Rizqaan
“Izinkan aku tetap memanggilmu Abuya. Aku tak terbiasa dengan panggilan lain.”
“Baiklah. Ada apa Adinda?”
“Abuya. Apakah abuya siap menikahiku lagi?”
“Adinda Halimah, kenapa aku tidak siap? Dari dulu aku tak pernah berniat menceraikanmu. Aku senantiasa mencintaimu. Hanya karena kita bukan suami istri lagi, aku selalu menindih rasa cintaku itu sekuat mungkin. Tapi bila diberi kesempatan menikahimu lagi, aku tak mungkin menolak.”
“Meskipun misalnya aku memiliki kekurangan yang tidak kumiliki sebelumnya?”
“Kekurangan apa Adinda?”
“Jawab dulu pertanyaanku.”
“Ya. Aku akan menikahimu dengan segala kekuranganmu yang ada. Selama itu bukanlah cacat dalam agamamu yang tidak dapat diperbaiki.” Ujar Rizqaan tegas.
“Abuya. Aku ingin Abuya menikahiku. Karena aku ingin mati dalam keridhaan seorang suami shalih…..” Halimah berhenti sejenak. Ada keharuan yang membuatnya tercekat, sehingga sulit bicara.
“Abuya bisa segera menikahiku. Tapi aku tak tahu, apakah keinginan itu akan tetap ada, setelah Abuya mengetahui kekuranganku sekarang. Abuya, aku baru saja satu minggu yang lalu melakukan check up. Dan aku terbukti mengidap leukimia…” sampai disitu, Halimah terisak. Ia tak mapu melanjutkan bicaranya.
Rizqaan merasa tersentak. Tapi demi Allah, ia tak sedikit pun merasa sedih. Kegembiraan bisa kembali bersama istrinya, tak bisa terkalahkan oleh kesedihan atas kondisi Halimah tersebut.
“Dokter mengklain bahwa usiaku tak akan lebih dari 3-4 bulan saja….” kembali Halimah menangis.
“Aku tidak peduli. Umur ada di tangan Allah. Manusia hanya mapu mengira-ngira. Nyawaku, bisa saja lebih dahulu terenggut daripada nyawamu. Aku akan segera menikahimu. Biarlah Allah yang menentukan akhir perjalanan hidup kita. Bagiku, hidup atau mati bersamamu, dalam “kecintaan” Allah adalah sebuah kenyataan yang paling penuh berkah”. Rizqaan berbicara dengan kayakinan kokoh membelit jiwanya.
*******************************************
Rizqaan dan Halimah kembali hidup berbahagia. Mereka kembali mengulang masa-masa penuh keceriaan di antara mereka. Satu bulan kemudian, anak mereka yang kedua lahir. Ia seorang bayi perempuan yang cantik. Mirip ibunya, Halimah. Bayi itu dilahirkan dengan cara normal. Bayi maupun ibunya sama-sama selamat.
*******************************************
Kebahagiaan mereka berlanjut, sampai suatu ketika datang berita bahwa abang Halimah, Asyraf menjadi buronan polisi dikarenakan kasus narkoba, dan juga berita tentang dalang penyebab kebakaran yang menewaskan ayah Rizqaan. Karuan berita itu membuat kegembiraan mereka semua hilang. Ayah Halimah yang kini menjelma menjadi orang baik hati marah besar kepada anaknya tersebut. Dan Halimah seketika jatuh pingsan dan sakit.
******************************************
Sore menjelang Maghrib, Halimah terbangun. Disampingnya duduk Rizqaan. Sementara di depannya, Ayah dan ibunya duduk diatas kursi plastik. Mereka semua cemas menantikan kesadarannya. Seorang dokter perempuan –yang sengaja diundang ke rumah- mendekatinya. Memeriksa nadinya, lalu memberikan suntikan di bagian lengannya.
“A…..Abuya….” Halimah berkata lirih.
“Aku disini Adinda”
“Alhamdulillah. Apakah sudah maghrib? “tanya Halimah.
“Belum. Masih kira-kira sepuluh menit lagi.”
“Abuya…”sapa Halimah pelan.
“Ada apa Adinda.”
“Apakah Abuya masih mencintaiku?”
“Tentu Adinda. Aku selalu mencintaimu karena Allah.”
“Aku juga mencintaimu karena Allah, Abuya.” Halimah diam sejenak lalu ia bertanya lirih.
“Apakah engkau akan tetap bersabar atas segala yang menimpa kita, Abuya?”
“Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar, Adinda….”
“Abuya. Jawablah pertanyaanku.”
“Ya. Apa Adinda?”
“Apakah engkau meridhaiku sebagai Istri?”
“Sudah tentu Adinda. Suami mana pun akan meridhai istri seshaliha dirimu. Setaat dirimu. Sepatuh dirimu. Kamu bukanlah wanita yang tak memiliki kekurangan atau kesalahan. Tapi dengan keshalihanmu, ketaatanmu, kepatuhanmu, aku senantiasa ridha terhadapmu…..”
“Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shaalihaat. Aku ingin termasuk di antara wanita yang disebutkan dalam Hadits.”
“Bagaimana itu Adinda?”
أًَيُّمَا امْرَ أًَ ة مَا تَتْ وَ زَ جُهَا عَنْهَا رَا ض د خَلَت الْجَنَّهَ
“Wanita mana pun yang meninggal dunia sementara suaminya ridha kepadanya, ia pasti masuk surga.”
Halimah mengucapkan Hadits itu sedemikian fasihnya. Arab, berikut terjemahannya.
“Semua wanita shalihah, mengidamkan hal itu Adinda, dengan izin Allah, Adinda akan termasuk di dalamnya.”
“Allahumma amien. Abuya, sekarang aku puas. Apaun yang terjadi atas diriku, kini aku sudah kembali menjadi istrimu. Aku telah berdo’a setiap malam, agar aku bisa berdampingan dengan suami yang shalih. Sehingga kalaupun mati, aku akan mati dengan keridhaan Allah kemudian dengan keridhaan suamiku…..” Halimah berhenti sejenak.
“Abuya, betapa indahnya bila Allah betul-betul mencintai kita. Aku ingin dengan cinta-Nya, kita berdua menuai bahagia seutuhnya. Kebahagiaan yang bukan Cuma di dunia, tapi juga di akhirat.”
Halimah menghela nafasnya yang terasa begitu berat.
“Abuya bila aku sudah tiada, berjanjilah untuk senantiasa berjalan di atas ajaran Allah. Didiklah anak kita, dan berbaktilah kepada orang tua….”
“Jangan berkata begitu Adinda….” Rizqaan menyela.
Halimah memberikan isyarat dengan tangannya, agar Rizqaan tidak bertanya apa-apa.
“Berjanjilah Abuya…..”
“Aku berjanji Adinda. Tanpa berjanji pun, ketaatan kepada Allah adalah janji seluruh manusia saat mereka berada dalam perut ibu mereka….” ujar Rizqaan.
“Alhamdulillah…….”
“Abuya….tabir itu mulai terbuka…..Aku mencintaimu, Abuya. Abuya tak perlu meragukan cintaku. Tapi aku lebih merindukan Allah. Bila ini kesempatanku bersua dengan-Nya. Aku tidak akan menyia-nyiakannya sedikit pun…….”
“Adinda….”
“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”
“Adinda….”
“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”
“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”
“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”
Suara tahlil itu semakin lembut dan syahdu dari mulut Halimah. Terus menerus. Semakin lama, semakin lemah. Namun semakin syahdu. Sampai akhirnya suara terakhir terdengar, masih sama, “Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”
Usai berakhirnya suara itu, nafas Halimah terhenti. Di tengah keheningan kamar di rumah mereka, yang masih tercium bau catnya. Karena belum lama dibangun Halimah mengehembuskan nafas terakhirnya. Sang ibu menjerit. Sang bapak menangis. Rizqaan juga tak kuasa menahan air matanya yang tiba-tiba mengalir deras. Pernikahannya dengan Halimah yang merupakan masa kembalinya kebahagiaannya yang beberapa saat nyaris lenyap, kini nyaris terenggut kembali. Tapi kepergian Halimah dengan kondisi yang menyemburatkan aurat Surga, membuat hatinya terasa nyaman. Ia bersedih, tapi juga berbangga dengan istrinya. Kesedihannya pupus perlahan karena rasa bangga bercampur rasa iri yang menyejukkan jiwanya. Betapa berbahagia Halimah.
Tak lama kemudian, adzan maghrib terdengar. Mereka mendengarkannya dengan khusyu’. Saat lantunan adzan berhenti, Ayah Halimah mendekati Rizqaan. Ia manatap menantunya yang sekian lama ia kecewakan. Sekian lama ia perangkap dalam kesukaran dan penderitaan. Pria yang –dengan seizin Allah- telah mengubah wujud putrinya, sehingga menjelma menjadi wanita shalihah begitu setia pada kebenaran. Ia menatap pemuda itu. Air matanya menetes tak terbendung. Penyesalan membuncah sehingga nyaris membakar otak. Ia nyaris bisu dalam suasana hati yang kuyup penyesalan.
“Duhai, seandainya aku masih memilki putri yang lain. Pasti aku akan menikahkannya denganmu, ananda.” Ujar ayah Halimah kepada Rizqaan.
“Halimah sudah cukup bagiku pak. Nikahkanlah aku kembali dengan putrimu itu pak.”
“Aku sudah melakukannya dua kali ananda…..”
“Cobalah untuk yang ketiga kalinya pak…”ujar Rizqaan lirih.
“Itu bukan lagi hakku ananda. Biarlah Allah yang akan menikahkanmu dengannya di Surga kelak. Relakanlah kepergiannya saat ini. Semua kita toh pasti akan mati juga. Gapailah Surga dengan amal ibadahmu. Dengan ketulusan hatimu. Hanya dengan itu Allah akan berkenan mempertemukanmu kembali dengannya…..”
Rizqaan tersenyum.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي
وَادْخُلِي جَنَّتِي



Hai jiwa yang tenang 
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. 
Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, 
masuklah ke dalam syurga-Ku. 

****************************************

Buku ini saya baca ba’da zhuhur dan selesai menamatkan lembar demi lembar halaman penuh hikmahnya selepas ashar. Sungguh saya berarti telah membohongi diri sendiri bila tidak menitikkan air mata terhanyut dalam episode perjalanan kehidupan anak manusia yang subhanallah sangat layak dijadikan bahan pelajaran ini.
Wahai saudara-saudariku seiman, saya tidak akan mengingkari bahwa novel, cerpen, dan cerita berlabel Islami lainnya dapat diambil hikmahnya. Bahkan menurut kalian hal itu bisa dijadikan sarana dakwah kepada orang-orang yang belum mengenal Islam dengan sekelumit kaidah-kaidah syar’iyah di dalamnya. Tidak wahai saudara-saudariku, saya juga pernah terlarut di dalam menikmati beragam karya sastra tersebut, bahkan dari pengarang kafir dan atheis sekalipun saya pernah menikmatinya. Tetapi sekali lagi, tujuan tidaklah menghalalkan cara, dan kebaikan tidak akan diperoleh dengan jalan yang bathil. Maafkan saya, dalam hal ini saya tidak sependapat dengan kalian, karena hal ini telah jelas seperti layaknya sinar mentari yang terang benderang yang menerangi suatu jalan yang lurus.
Resensi selesai dibuat selepas Isya’ 22 Rajab 1429 H
READ MORE - Resensi : Sandiwara Langit

Senin, 16 Juli 2012

Resensi : It's Me!

yoho Amigo... well berikut ni resensi dari buku yang ane pinjam dari teman ane... wanna know??? cekidot...
“kita tahu bahwa setiap orang pasti ingin maju, sukses, mandiri, hebat, dan bahkan popular. Ya tujuan hidup yang memang dikejar kita secara umum. Namun tentu saja setiap orang juga punya pikiran, perasaan, dan strategi sendiri dalam mengejar dan mewujudkannya. Tidak setiap cara maju dan hebat yang telah terbukti brilian sekalipun akan diterima dengan nyaman dan membahagiakan oleh hati setiap kita. Bahkan bisa bertentangan dan menyakitkan!
So, kita harus memiliki prinsip kuat untuk maju melangkah kearah kehebatan hidup kita sendiri itulah prinsip hidup! Itulah aku, It’s me! Itulah rahasia kebahagian hidupku yang sesungguhnya!”

Well amigo, itu tadi adalah sepenggalan dari resume sebuah buku berjudul “ It’s Me!” yah… buku ini ane pinjam dari seorang teman, hehehe… ok then, langsung aja cekidot…

Buku ini berjudul “It’s Me!”. Sebuah buku motivasi Islam karya Muhammad Badarudin. Beliau lahir di sebuah desa bernama Gedung Dalam Baru (dimana tuh??!) pada 9 Agustus 1985. Beliau juga memiliki 2 karya lain yang belum terbit, yaitu “Perjuangan Cinta” dan “Cincin Persahabatan”… tapi sekali lagi, kita tidak membahas beliau disini, tetapi bukunya….

Buku ini memiliki dimensi 13,9 cm x 20,1 cm, diukur menggunakan mistar 60 cm dengan nilai skala terkecil 0,1 cm… dan memiliki 279 halaman tidak termasuk cover. Buku yang diterbitkan oleh Garailmu: Jogjakarta, dengan cetakan pertama pada Agustus 2009 ini berisikan kiat-kiat motivasi diri dan cerita-cerita yang insyaallah bisa memotivasi pembaca… buku ini sangat sangat ane rekomendasikan buat amigos… apalagi yang masih muda dan berjiwa muda, hehehe

Buku ini menggunakan kaidah Bahasa Yang Disempurnakan, walaupun tidak begitu kaku seperti pelajaran di sekolah-sekolah, alias bahasanya Nyantai… buku ini juga memberikan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berkenaan dengan cerita-cerita motivasi yang ada di setiap bab. Sayangnya buku ini hanya berisikan tulisan saja sehingga mungkin akan berdampak kebosanan, tetapi buku ini tetap menarik, apalagi buat mereka yang berjiwa “Pemenang” dalam hidup ini.


Well, singkatnya amigo… buku ini bagus, tidak kalah menarik dengan buku “From Zero to Hero” atau “Total Motivation”… dan harga buku ini juga pas di kantong para pelajar… so why not????
“INILAH CARAKU MENJDI LUAR BIASA SEBAGAI DIRIKU SENDIRI!”
READ MORE - Resensi : It's Me!

Minggu, 19 Februari 2012

Resensi : 2....

oke amigoz... akhirnya selesai juga resensi dari buku ke-2 mas Donny Dhirgantara..... oke langsung aja ya....

Ini Bulutangkis, dan Ini Indonesia....
dimana inmpian dibawa ke dunia nyata, tidak berlaku untuk Gusni Annisa Puspita, remaja yang "kelebihannya" adalah keterbatasannya. Cita-citanya sejak kecil untuk membuat orang tuanya senang dengan bermain bulutangkis selalu kandas.
suatu malam, sebuah kenyataan pahit datang untuknya, sebuah kenyataan tak berperi, hidup yang tidak berpihak kepadanya, kenyataan yang berbicara lantang kalau bermimpi saja tidak cukup.
dan perempuan Indonesia dengan segala keterbatasannya itu memutuskan untuk melawan, memutuskan untuk terus berjuang demi impiannya, memutuskan untuk terus mencintai hidup yang tidak pernah sempurna... memutuskan untuk berani mencintai, dan mencintai dengan berani...

nah amigoz, tadi itu adalah sepenggal paragraf penjelas yang terletak di bagian belakang cover buku yang berjudul "2" ini....
buku ini, layaknya buku pertama Mas Donny, "5", juga menceritakan tentang perjalanan hidup yang memang tidak sempurna. buku ini menceritakan tentang seorang remaja putri, yang memiliki keluarga yang benar-benar menyayanginya, teman yang selalu setia, dan semangat untuk hidup yang tidak pernah padam...
dari buku ini, kita bisa mengetahui bahwasanya tidak ada hidup yang sempurna, "orang yang mengharapkan hidup sempurna adalah seorang pengecut". dan buku ini juga mengajarkan tentang arti sahabat yang sesungguhnya, arti sahabat sejati. juga menceritakan tentang cinta. dan buku ini juga menceritakan tentang jiwa Nasionalisme, semangat kaum muda yang sejujurnya sekarang sudah sulit untuk ditemui... semangat untuk terus bangkit dari keterpurukan dan kegagalan, "bangsa ini pernah berada dititik terendah, tetapi sebagai bangsa, kita memilih untuk bangkit, kita memilih untuk menjadi baik, kita memilih untuk menjadi besar dan berani.... bangkit dari keterpurukan, dan  terus bekerja keras untuk bangsa ini..."
setidaknya, sepenggalan kata tersebutlah yang harus ditanamkan di jiwa pemuda-pemudi Indonesia, sebagai penerus bangsa...
nah, buku ini menggunakan bahasa yang merupakan bahasa khas Jakarta (lo gue lo gue) dan penyusunan kata sangat baik, buku ini menggunakan alur maju, sebagaimana bangsa ini seharusnya terus maju... dan cerita dibuku ini benar-benar mengharukan, perjuangan seorang perempuan Indonesia untuk melawan penyakitnya, terus berlari, dan akhirnya mencapai puncak tertinggi di Khatulistiwa Terbuka...
oke ini dia tampilan covernya... untuk link free belum bisa saya kasih, terima kasih amigoz, Adio!


Judul              : kan keliatan....
Pengarang      : seperti yang telah saya sebutkan diatas
harga              : setelah saya tanya seorang teman, jawabannya        "Terjangkau" A.K.A Rp 50 ribu-an













"segala sesuatu diciptakan 2 kali...
dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata...
dengan kerja keras, tinggalakan bukti di dunia nyata bahwa impianmu, ADA.
bersama alam bawah sadarmu kamu bermimpi, dan bersama alam sadarmu kamu berjuang...
karena manusia bisa, ia ADA untuk BISA..."
"seperti hidup yang tidak sempurna, kamu janji... kamu tidak akan menyerah.
cintai impianmu, cintai kerja kerasmu
cintai hidupmu dengan berani, jangan menyerah,dan jangan putus asa ...."
akhir kata (nah lho?!) "jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, sekali-kali jangan, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah...."
READ MORE - Resensi : 2....

Minggu, 22 Januari 2012

Resensi: 5 cm

oke amigoz, ni dia buku kedua yang diriku resensi... sebenarnya buku ini ditujukan untuk kawula muda, tapi ntar liat aja sendiri....
buku ini berjudul "5 cm". ngerti gak maksudnya? kalo bingung, nanti pasti gak bingung setelah melalui resensi yang telah teruji secara klinis, hehehe...
buku ini ditulis oleh Donny Dhirgantoro. beliau lahir di Jakarta 27 Oktober 1978, menyelesaikan masa putih abu abunya di SMA 6 Jakarta. Meneruskan kuliah di STIE PERBANAS Jakarta ( sekarang ABFI Institute, Perbanas ) angkatan 1997. Semasa kuliah aktif di klub fotografi kampus dan Senat Mahasiswa. Pengalaman yang tidak pernah bisa ia lupakan di Senat Mahasiswa adalah sewaktu ia dan teman teman aktivis lainnya menghidupkan kembali pelatihan aktivis mahasiswa Perbanas (Latihan Kepemimpinan Mahasiswa- LKM ), yang telah beberapa tahun vakum. Di LKM ini ia dan teman meneruskan tradisi pemberian beasiswa bagi aktivis mahasiswa berprestasi, yang dulu ia sendiri sangat menyesal pernah tidak mendapatkannya. Pemberian beasiswa itu masih terus berlanjut sampai sekarang. 
oke, kita bukan membicarakan penulisnya, tapi bukunya (mas Donny jangan tersinggung ya, hehehe). buku ini setebal 381 halaman, dan penulis berhasil mendapatinya dengan harga Rp 50000... tapi jangan salah, buku ini National Best Seller lho....
lanjut... buku ini menceritakan kumpulan anak muda yang "ajaib", yang terdiri dari 4 pemuda dan 1 pemudi. ke 5 anak muda tersebut adalah Genta, Arial, Adrian, Zafran, dan Riani. oke berikut ini deskripsi masing-masing dari mereka; Genta adalah sosok yang dipatuhi dan dituruti oleh ke-4 temannya itu. dan dia adalah orang yang paling enak diajak untuk melakukan suatu hal...; Arial adalah pemuda yang memiliki badan tegap, berkulit sedikit gelap, dan karena sering fitness, makanya badannya membentuk. dia terkadang dipanggil Hercules; Adrian, yang kerap dipanggil Ian, adalah sosok yang pasti akan menghabiskan space dimanapun dia berada. hobbynya makan indomie, bahkan memiliki rumus untuk indomie. gila bola dan satu-satunya dari mereka ber-5 yang belum wisuda; Zafran, si penyair sejuta bingung. dia tidak begitu peduli apa kata orang, selama itu dia sukai, dia kerjakan; terakhir Riani, satu-satunya cucu hawa di geng tersebut. memiliki kepintaran yang WoW... juga memiliki inner beauty. tabiatnya hampir sama dengan Genta.
cerita buku ini beralur campuran, yakni ada alur Flashback, yang terdapat di bagian "You and me... vs the world". dan ada alur maju yang tedapat dihampir semua bagian.
buku ini bercerita tentang perjalanan mereka ke Mahameru, setelah mereka berpisah selama 3 bulan. dalam perjalanan, selalu saja nilai-nilai kehidupan yang terkandung disana, seperti nilai Idealisme yang sangat langka saat ini, nilai persahabatan, cinta (ya ialah, novel), nasionalisme, dan sebagainnya... cerita dibuku ini menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, seperti orang miskin, praktek korup kecil-kecilan, dan sebagainnya.
buku ini juga memberikan motovasi kepada pembacanya, karena didalamnya terdapat kata-kata bijak, lirik lagu evergreen love songs, filosofi dari filsuf terkenal seperti Plato dan Socrates. buku ini menggunakan bahasa yang sangat mudah dipahami, terutama buat kawula muda, karena memang buku ini menggunakan bahasa anak muda yang ancur ancur dan lucu abis...
saya kira cukup sekian dulu resensi buku ini... dan coba tebak, kenapa judul buku ini 5 cm!

"biarkan keyakinanmu, 5 cm mengambang menggantung didepan kening kamu. dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan melangkah lebih lauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan melihat keatas lebih lama dari biasanya, lapisan tekad yang seribu kali lebih kuat dari baja, dan hati yang bekerja lebih keras dan mulut yang selalu berdoa..."
(Donny Dhirgantoro, 5 cm)

untuk download ebook, buka aja situs ini
E-BOOK
READ MORE - Resensi: 5 cm

Rabu, 11 Januari 2012

Resensi : Beyond The Inspiration

oke amigos.... di postingan kali ini, saya akan mencoba (maklum, masih baru) untuk meresensi sebuah buku berjudul "Beyond The Inspiration", karya ustad Felix Siauw.



buku ini berisi tentang motivasi-motivasi bagi umat muslim... buku ini, kalau menurut hasil pengamatan saya, dimana ustad felix sendiri yang membedah bukunya dihadapan saya dan teman-teman, seperti dikhususkan untuk kawula muda muslim dan muslimah. kenapa demikian? tentu saja, buku ini, secara sadar atau tidak, telah menuliskan apa-apa yang saat ini menjadi krisis keimanan diantara kawula muda... tetapi, bukan hanya kawula muda saja, juga pada kaum tuanya. yah, jika membaca buku ini, secara tidak langsung, saya yakin pasti kawula muda pasti tergetar hatinya...

buku ini, menjelaskan, Kebangkitan Islam bukanlah suatu perkara yang mustahil terjadi, Islam dan kaum Muslimin akan menunjukkan kepada dunia bahwa bisyarah Rasulullah pasti akan terjadi, walaupun fakta dan realita menunjukkan hal ini tidak mungkin terjadi, kaum muslimin seharusnya tidak perlu takut pada fakta dan realita yang tidak mendukungnya, sebab kita memiliki bisyarah rasulullah yang menjadi tempat berteduh saat disaat terik dan tempat berharap disaat keputusasaan.

selain dari manfaat buku ini seperti tadi, cara mengatur tulisan dan gambar dalam buku ini sangat baik... karena banyak orang sekarang lebih senang melihat gambar, buku ini tentu tidak akan menjadi hal yang membosankan, karen proporsi gambar dan kata-kata dalam buku ini seimbang....

oke, buku ini sudah tersebar diseluruh indonesia, dan saya rencananya ingin memberikan direct link untuk download gratis, sayangnya karena buku ini masih "New Release" jadi belum ada link downloadnya. Insyaallah saya akan mendapatkannya nanti dan mepostingnya, sekarang, enjoy aja materi ringkasan buku dalam format ppt nya ya... hehehe
oh, kalau mau beli, silakan cari di toko buku terdekat, pasti ada, dengan harga Rp 60000,-

Beyond The Inspiration.ppt

Ingat... jangan mau yang pisang goreng, tapi pilihlah lapis legit... untuk yang ikut acara bedah buku pasti ngerti...
pilihlah jalan hidupmu, mau jadi yang biasa, atau yang sempurna? Life is Choice, Your Choice This Time, Will Make You Later....

Jazakallah Khair
Allahu Akbar
READ MORE - Resensi : Beyond The Inspiration

Minggu, 07 Agustus 2011

Novel Fiksi dan Fantasi Buatan Anak Bangsa

Yo amigoz... kalian semua pasti tau kan novel-novel seperti Percy Jackson and The Olympians, Harry Potter, Assassins creed, Sherlock Holmes, dan sebagainnya....
Itu ada lah jenis novel fiksi dan fantasi buatan luar negeri. tetapi tau tidak, ada juga anak bangsa yg membuat novel dengan genre seperti itu, walaupun masih ada sedikit unsur meniru... pengen tau, just check this out...


A
-
Akkadia: Gerbang Sungai TigrisAkkadia: Gerbang Sungai Tigris
R.D. Villam
Adhika Pustaka
400 halaman
2009
-
AerialAerial
Sitta Karina
Gramedia
332
2009
-
Area X : Hymne Angkasa Raya Area X: Hymne Angkasa Raya
Eliza V. Handayani
DAR! Mizan
368 halaman
2003
-
Arjuna Mencari MatiArjuna Mencari Mati
Redi Panuju
Pustaka Pelajar
212 halaman
2004
-
Born of the Knights (Armageddon Knights, #1)Armageddon Knights: Born of the Knights
Lucky S. Mamusung
Genesis One
266 halaman
-
Arquella (The Beginning Of The Destiny)Arquella: The Beginning of the Destiny
Maaya Hiroshi
Sygma Publishing
462 halaman
2009
-
—
B
-
Biru IndigoBiru Indigo
Putra Perdana
Voila Books Indonesia
448 halaman
2010
-
—
C
-
Candi Murca, Ken Arok, Hantu Padang KarautanCandi Murca: Ken Arok, Hantu Padang Karautan
Langit Kresna Hariadi
Langit Kresna Hariadi Production
832 halaman
2007
-
Cardan : Inside & Outside the Hinkal CoreCardan: Inside & Outside the Hinkal Core
Chandra Aditya Winarno
Gagas Media
326 halaman
2007
-
Cincin OdeleodeoCincin Odeleodeo
Vani Diana
Liliput
124 halaman
2007
-
—
D
-
Dream of Utopia : Maiden of TearDream of Utopia: Maiden of Tears
Sammy Balladram
Diwan Publishing
563 halaman
2008
-
Dunia AradiaDunia Aradia
Primadonna Angela
Gramedia
264
2009
-
—
E
-
Pertempuran Dua Dunia (Enthirea, #1)Enthirea: Pertempuran Dua Dunia
Aulya Elyasa
Jagad Media
290 halaman
2008
-
Epos Awal Dunia Sudarot (Eurgava, #1)Eurgava: Epos Awal Dunia Sudarot
I Tsu Baskara
Lintang Books
308 halaman
2009
-
—
F
-
Sang Pemburu (Fireheart : Legenda Paladin, #1)Fireheart Legenda Paladin: Sang Pemburu
Andry Chang
Andi Publisher
494 halaman
2008
-
Forever Wicked: Ex NihiloForever Wicked: Ex Nihilo
Erwin Adriansyah
Evolitera
195 halaman
2010
-
—
G
-
Galau Putri Calon Arang (Seri Nada Baru Dongeng Klasik)Galau Putri Calon Arang
Femmy Syahrani
Gramedia Pustaka Utama
184 halaman
2005
-
Garuda 5: Utusan IblisGaruda 5: Utusan Iblis
F.A. Purawan
Tiga Kelana
702 halaman
2009
-
Gemala dan Rumah Kayu OakGemala dan Rumah Kayu Oak
Alif Ra’ain
Gagas Media
156 halaman
2007
-
Giganto: Primata Purba Raksasa di Jantung BorneoGiganto: Primata Purba Raksasa di Jantung Borneo
Koen Setyawan
Edelweiss
440 halaman
2009
-
Goran: Sembilan Bintang BiruGoran: Sembilan Bintang Biru
Imelda A. Sanjaya
Serambi
336 halaman
2007
-
—
H
-
Hozzo : Ferres yang HilangHozzo: Ferres yang Hilang
I.B.G. Wiraga
Liliput
-
2005
-
—
I
-
The Elf's Kingdom (Icylandar, #1)
Icylandar
Dionvy
Pustaka Redemptor
684 halaman
2010
-
IluminasiIluminasi
Lisa Febriyanti
Kakilangit Kencana
444 halaman
2009
-
Iori: Terperangkap di Negeri MimpiIori: Terperangkap di Negeri Mimpi
Lian Kagura
Lingkar Pena Publishing House
267 halaman
2007
-
Istana Negeri LautIstana Negeri Laut
Fahri Asiza
Hikmah
… halaman
2006
-
—
J
-
Java JoeJava Joe: Rahasia Kebangkitan Roro Jonggrang
Joe Setiawan
Bentang Pustaka
242 halaman
2008
-
Jonggrang: Seribu Tahun Kutukan Dendam dan CintaJonggrang: Seribu Tahun Kutukan Dendam dan Cinta
Bimo S. Nimpuno & Gerry Nimpuno
Pustaka Iman & Edelweiss
-
2009
-
Jukstaposisi: Cerita tuhan MatiJukstaposisi: Cerita tuhan Mati
Calvin Michel Sidjaja
Gagas Media
280
2007
-
—
K
-
Kisah Dua Bintang Jatuh (Futatsu No Nagareboshi)Kisah Dua Bintang Jatuh (Futatsu no Nagareboshi)
Hikozza
BukuKatta
223 halaman
2009
-
Kitab Omong KosongKitab Omong Kosong
Seno Gumira Ajidarma
Bentang Pustaka
524 halaman
2006
-
—
L
-
Ledgard : Musuh Dari Balik KabutLedgard: Musuh dari Balik Kabut
W.D. Yoga
C Publishing
582 halaman
2005
-
Lumpur Similiar: Misteri Perangkap Cinta Lumpur Similiar: Misteri Perangkap Cinta
Alfian Malik
Akoer
248 halaman
2007
-
—
M
-
Mantra : Rahasia Kitab MalaikatMantra: Rahasia Kitab Malaikat
Sutanto Ari Wibowo
Diva Press
413 halaman
2009
-
Married with a Vampire (Married with a Vampire, #1)Married with a Vampire
Joko D. Mukti
Gramedia
344 halaman
2009
-
Bloodlust (Married with a Vampire, #2) Married with a Vampire 2: Bloodlust
Joko D. Mukti
Gramedia
440
2009
-
Menangkap UnicornMenangkap Unicorn
Koen Setyawan
DAR! Mizan
196 halaman
2006
-
Sang Pembuka Segel (Misteri Pedang Skinheald, #1)Misteri Pedang Skinheald: Sang Pembuka Segel
A. Ataka Awwalur Rizki
Copernican
176 halaman
2005
-
Awal Petualangan Besar (Misteri Pedang Skinheald, #2)Misteri Pedang Skinheald II: Awal Petualangan Besar
A. Ataka Awwalur Rizki
Copernican
660 halaman
2007
-
—
N
-
Nadi Amura (Nadi Amura, #1)Nadi Amura
Alexandra J. Wuisan
Sheshanaga
456 halaman
2009
-
Narend : Petualangan ke Negeri KutukanNarend: Petualangan ke Negeri Kutukan
Linuwih Nata Permana
Liliput
296 halaman
2006
-
Nar’Kobar: The MotivatorNar’kobar: The Motivator
Andhika Pramajaya
Akoer
… halaman
2006
-
Negeri Senja: RomanNegeri Senja
Seno Gumira Ajidarma
Kepustakaan Populer Gramedia
… halaman
2003
-
Nibiru dan Kesatria AtlantisNibiru dan Kesatria Atlantis
Tasaro
Tiga Serangkai
692 halaman
2010
-
Nightfall : The Element LocationNightfall: The Element of Location
Rizky Yunanto Siswoyo
Gagas Media
292 halaman
2006
-
NocturnalNocturnal
Poppy D. Chusfani
Gramedia
256 halaman
2008
-
Mumi Legenda (NSJ 2122)NSJ 2122: Mumi Legenda
Efi F. Arifin
DAR! Mizan
-
2007
-
The Independent (NSJ 2122)NSJ 2122: The Independent
Efi F. Arifin
DAR! Mizan
-
2007
-
—
O
-
ORBORB
Galang Lutfiyanto
Tiga Serangkai
-
2008
-
—
P
-
Panah Patah SangkuriangPanah Patah Sangkuriang
Femmy Syahrani
Gramedia Pustaka Utama
115 halaman
2003
-
Para Penunggang PetirPara Penunggang Petir
Muhammad Sadra
C Publishing
244 halaman
2008
-
Dalam Mahkota Negeri Azura (Phoenix, #1)Phoenix: Dalam Mahkota Negeri Azura
A.M.K. Narongkrang
Voila Books
532 halaman
2005
-
Pinissi : Petualangan Orang-Orang Setinggi LututPinissi: Petualangan Orang-orang Setinggi Lutut
Mama Piyo
Liliput
450 halaman
2005
-
—
R
-
Ranah SembilanRanah Sembilan
Dewi Sartika
Sembilan Publishing
247 halaman
2008
-
—
S
-
Sahara: Ketika Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad Bertarung dengan Jin SaktiSahara: Ketika Aladdin, Ali Baba dan Sinbad Bertarung dengan Jin Sakti
Nugraha Wasistha
Serambi
335 halaman
2009
-
Sang PenandaiSang Penandai
Tere Liye
Serambi
365 halaman
2006
-
Summonster : Ancaman dari KegelapanSummonster
Rudiyant
Cyan Publisher
398 halaman
2009
-
—
T
-
Takhta Nirwana: Kisah Cinta Ratu tanpa MahkotaTakhta Nirwana: Kisah Cinta Ratu tanpa Mahkota
Tasaro
Qanita
364 halaman
2009
-
Tanril (Tanril, #1)Tanril: Epik Ho Wuan Siang
Nafta S. Meika
Akoer
405 halaman
2008
-
Siege of Krog Naum (Tanril, #2)Tanril 2: Siege of Krog Naum
Nafta S. Meika
Akoer
236 halaman
2009
-
The Chronicles Of Willy FlarkiesThe Chronicles of Willy Flarkies
Satrio Wibowo
Imania
385 halaman
2010
-
The Death to Come (The Search for Merlin, #1)The Search for Merlin: The Death to Come
Tyas Palar
Etera Imania
-
2009
-
The Prince Must Die (Petualangan Menembus batas)The Prince Must Die!
Langit Kresna Hariadi
Smart Media
276 halaman
2007
-
TurquoiseTurquoise
Titon Rahmawan
Escaeva
-
2008
-
—
V
-
ValharaldValharald
Adi Toha
Diva Press
411 halaman
2010
-
—
X
-
Xar & Vichattan : Takhta CahayaXar & Vichattan: Takhta Cahaya
Bonmedo Tambunan
Adhika Pustaka
312 halaman
2009
-
Prahara (Xar & Vichattan - Seri Ahli Waris Cahaya #2)Xar & Vichattan – Seri Ahli Waris Cahaya: Prahara
Bonmedo Tambunan
Adhika Pustaka
425 halaman
2010
-
—
Z
-
Zauri : Legenda Sang AmigdalusZauri: Legenda Sang Amigdalus
Dian K
Grasindo
311 halaman
2006
-
—

oke amigoz, tadi itu daftar novel fiksi dan fantasi keluaran indonesia ( buatan ku juga akan ku selesaikan dan akan menjadi salah satu dari yg diatas, hehehe). ku harap kita semakin mencintai produk2 indonesia

READ MORE - Novel Fiksi dan Fantasi Buatan Anak Bangsa

Need a Translate?

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Popular Posts