Pages

Sabtu, 07 Mei 2011

Legenda Raiju, kucing listrik asal jepang

Amigoz, ada yang tau tdk apa itu Raiju? Menurut kepercayaan masyarakat Jepang "Raiju" adalah seekor binatang peliharaan Dewa Shinto (dewa guntur/petir) yang turun dari langit bersama petir dan merusak lingkungan. Menurut mereka Raiju menyerupai gambaran seekor kucing, musang, atau tikus yang memiliki cakar yang besar, bulu yang lebat dikaki, dan bersinar.

Karena merupakan hewan peliharaan dewa maka Raiju ditakuti oleh orang Jepang, dan tidak jarang pula mereka membuat ritual agar mereka terhindar dari amukan petir (raiju). kalau hanya hewan mitologi yang disembah masyarakat itu sudah biasa, yang mencengangkan menurut pengakuan masyarakat Jepang mereka sering melihat Raiju turun, terperangkap, merusak kebun mereka, bahkan ada yang mengaku pernah menangkapnya.

Pada abad ke-18 di Gunung Asama, Prefektur Shimane, seekor Raiju berhasil ditangkap, disimpan dalam jaring besi yang diberi layar agar dapat dilihat semua orang. Digambarkan bahwa hewan tersebut tampak seperti campuran rubah dan musang, dan memiliki tajam, cakar melengkung.

Di fiefdom Lord Nagai, bangsal Iwatsuki dari Prefektur Saitama seekor Raijuu diduga tertangkap saat merusak kebun dan sayuran saat badai. Sebelum mati hewan tersebut menolak untuk makan atau minum. Hewan ini dilaporkan memiliki penampilan yang tidak biasa, serupa anak anjing dengan cakar beruang dengan kaki digambarkan memiliki banyak buku-buku jari, dan kulit berbulu tipis kecuali bulu tebal di bawah kaki.

Raijuu lainnya diduga jatuh ke dalam sumur di provinsi Izumo, di mana seekor hewan terjerat dalam tali dan ditangkap hidup-hidup. Makhluk itu kemudian dipamerkan dalam sangkar kuningan di istana kuil Tenjin, di kota Matsue. Binatang ini dikatakan mirip dengan musang. Ketika cuaca cerah hewan tersebut (Raijuu) cukup jinak, tidur tenang di kandang. Namun selama badai hewan itu akan menjadi ganas, mendesis binatang, dan matanya berkata berkedip dan cahaya seolah-olah penuh dengan kilat.

Seorang petani mengaku menangkap Raijuu lain di tahun 1766, ketika seekor hewan jatuh dari langit di Oyama di provinsi Sagami. Seperti kebanyakan penggambaran tentang Raiju makhluk ini digambarkan berwarna hitam, sedikit lebih besar dari seekor kucing, dan memiliki penampilan musang dan dihiasi cakar dan bulu yang lebat dikakinya.

Dan masih banyak lagi kesaksian-kesaksian masyarakat setempat mengenai Raiju. Namun selain diakui pernah ditangkap, ada banyak dugaan mumi makhluk ini disimpan di lokasi di seluruh Jepang. Salah satu mumi Yuzanji disimpan di kuil di Prefektur Iwate. Mumi tersebut seperti kucing tapi bukan seekor kucing. Mumi tersebut diduga diterima pada tahun 1960-an sebagai sumbangan dari seorang jemaat, meskipun tidak ada detail yang pasti mengenai mumi tersebut.


Mumi lain yang menyerupai gambaran Raiju adalah mumi Raijuu Saishoji yang disimpan di kuil di Niigata prefektur. Karena mumi tersebut disucikan, maka untuk mengambil sampel DNAnya sangatlah susah, sehingga sampai sekarang belum diadakan penelitian lebih lanjut mengenai mumi ini.
.

Sampai sekarang belum ada lagi penelitian lebih lanjut mengenai kasus yang satu ini. apakah Raiju benar-benar ada? ataukah hanya kepercayaan masyarakat Jepang saja?



Source : bloger-ilmu.blogspot.com
READ MORE - Legenda Raiju, kucing listrik asal jepang

Pocongman: Super Hero-nya Indonesia

Pahlawan ternyata tidak hanya berasal dari jenis manusia, tapi dari jenis POCONG pun kini muncul sebagai pahlawan. Di Indonesia kini muncul pahlawan baru yang siap memerangi kajahatan! Namanya POCONGMAN.

Karakter POCONGMAN adalah hasil karya anak bangsa. Konsep POCONGMAN diciptakan oleh Nawa Rie Eda dan dijadikan indie movie oleh JTokufilms pada 2008 silam. Di youtube, film pendek pocongman diupload pada 21 Maret 2010.

JTokufilms itu sendiri mungkin artinya adalah Jogja Indie Film. Karena JTokuFilm ini asalnya dari Jogja gitu deh. Visi dan misinya adalah mendidik generasi bangsa, membangun imajinasi melalui fiksi ilmiah dan semangat superhero Indonesia. Mari bersama kami, bangkitkan kembali jika kepahlawanan dengan semangat superhero (Nawa Rie Eda (Ade Irawan S.Sn) 





mau liat filmnya,

READ MORE - Pocongman: Super Hero-nya Indonesia

Vampir: Antara Ada dan Tiada

hola amigoz, di mana-mana muncul vampir.belum lama ini, film terbaru dari seri Twilight Saga,  mulai diputar di Jakarta. Film ini telah memecahkan rekor box office dengan meraup lebih dari 70 juta dollar AS dan kemungkinan akan menjadi laba pembukaan terbesar sepanjang sejarah.
Sebenarnya seri Twilight Saga bukan cerita vampir pertama yang diangkat ke layar lebar. Selama berpuluh-puluh tahun sudah banyak film-film terkenal yang bertemakan vampir.
Kehausan publik untuk vampir sepertinya mirip dengan haus darahnya vampir di legenda itu sendiri.
Para penulis fiksi masa kini yang pernah mengangkat tema vampir, seperti Stephenie Meyer (Twilight Saga), Anne Rice (Interview with the Vampire), dan Stephen King (Salem’s Lot), memiliki “tambang” legenda yang tak habis-habisnya untuk digali. Namun sebenarnya apa yang membentuk pandangan kita sekarang tentang vampir? Jawabannya ada di daerah abu-abu sekitar mitos dan kebenaran.

Menombak korban
Beberapa sumber keliru melacak asal-usul vampir pada seorang pangeran Romania, Vlad Tepes (1431-1476), yang berjuang untuk kemerdekaan dari Kekaisaran Ottoman. Walau bisa dibilang caranya sangat brutal dan sadis (contohnya ia membunuh musuh-musuhnya dengan menusukkan tombak sedikit demi sedikit, menarik keluar isi perut mereka, memotong-motong badan mereka, membakar mereka, dan lainnya), hal-hal tersebut memang lazim semasa perang di zaman itu.
Teknik-teknik yang sama juga dipakai oleh Gereja Katolik dan para penguasa lainnya di abad pertengahan untuk menyiksa dan membunuh musuh.
Bram Stoker (Dracula) juga telah memasukkan aspek-aspek dari Vlad Tepes ke dalam tokoh Dracula dalam karyanya.
Walau Tepes memang juga memengaruhi gambaran fiksi dari vampir masa kini, akar vampir sesungguhnya memiliki asal yang berbeda. Dari segi kebudayaan, vampir adalah suatu fenomena yang muncul di seluruh dunia.
Menurut pakar antropologi Paul Barber yang merupakan pengarang buku Vampire, Burial, and Death (vampir, pemakaman, dan kematian), hampir semua kultur memiliki cerita versi lokal yang mirip legenda vampir, dan semuanya “memiliki kemiripan yang mengejutkan pada vampir ala Eropa,” katanya.
Kepercayaan akan adanya vampir berasal dari takhayul dan asumsi yang keliru tentang pembusukan setelah kematian.
Catatan penemuan pertama tentang vampir tersebar di Eropa pada abad pertengahan. Cerita-cerita itu semua mengikuti pola yang sama: suatu kenaasan menimpa seseorang, suatu keluarga, atau suatu kota, mungkin karena paceklik yang merusak panen, atau tersebarnya wabah.
Di masa itu, ilmu pengetahuan belum bisa menjelaskan pola cuaca dan teori kuman. Jadi, kesialan apa pun yang tak jelas penyebabnya bisa disalahkan pada vampir. Vampir merupakan jawaban mudah untuk menjelaskan mengapa dari dulu hal buruk bisa terjadi pada orang yang baik.
Mati tetapi belum membusuk
Para penduduk desa menggabungkan keyakinan mereka bahwa ada kutukan yang tengah terjadi di antara mereka dan ketakutan mereka terhadap kematian dan orang mati. Dengan begitu, mereka berkesimpulan bahwa mungkin orang-orang yang baru dikuburlah yang bertanggung jawab karena mereka telah bangkit dari kubur untuk berbuat jahat.
Maka dari itu, makam-makam digali, dan para penduduk desa sering kali dikagetkan oleh proses pembusukan yang normal, dan mengira itu fenomena yang supernatural.
Contohnya, walau orang lazimnya berasumsi bahwa mayat akan membusuk segera, bila peti tertutup rapat dan dikubur pada musim dingin, maka pembusukan bisa tertunda beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Pembusukan usus bisa menyebabkan penggembungan yang mendorong darah ke mulut sehingga mayat itu terlihat seperti baru saja menghisap darah.
Proses ini dipahami betul oleh para dokter dan pengurus pemakaman zaman sekarang. Namun, pada abad pertengahan di Eropa, semua ini merupakan pertanda yang tak bisa disangkal bahwa vampir itu nyata dan menghantui mereka.
Walau vampir “sesungguhnya” telah tidak ada, legenda-legendanya terus memikat dunia. Sepertinya, baik ilmu pengetahuan ataupun tonggak perak tak mempan membunuh mitos vampir. (Kompas)
Menungkap Vampir
Tahukah anda bahwa suatu penyakit genetik yang disebut porphyria boleh jadi merupakan pemicu munculnya mitos vampir? Porphyria adalah suatu kelainan berupa gangguan pada jalur pembentukan heme, suatu komponen dari hemoglobin yang berperan mengangkut oksigen dalam darah.
Anemia
Kebanyakan individu ini mengidap anemia karena mengalami gangguan sintesis heme (komponen pembentuk hemoglobin). Penyakit ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan dalam jalur pembentukan enzim dari glisin menjadi porfirin, menyebabkan over produksi porfirin yang dapat terkumpul di kulit, cairan tubuh, atau feses. Bentuk yang paling umum dari penyakit tersebut adalah acute intermittent porphyria. Kebanyakan individu yang terserang biasanya heterozigot dan biasanya tidak menimbulkan gejala spesifik karena satu single copy dari gen normal mampu menyediakan mekanisme biosintesis yang cukup untuk produksi enzim secara normal.
Istilah porphyria ini diambil dari bahasa Yunani, porphura yang berarti pigmen ungu, disebut demikian karena warna ungu yang muncul pada cairan tubuh pasien ketika terserang. Selain dapat diturunkan secara genetik, penyakit ini bisa dipicu oleh faktor lain seperti penggunaan obat-obatan tertentu, alkohol, kontrasepsi hormon, dan sebagainya. Pada kondisi lingkungan tertentu dan asupan nutrisi tertentu dapat terbentuk δ-aminolevulinate dan porphobilinogen yang menyebabkan gangguan abdominal akut dan disfungsi saraf.
Salah satu bentuk kelainan porphyria adalah dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, membuatnya rapuh dan mudah rusak. Karakteristik ini dimanfaatkan dalam penelitian pengobatan kanker dimana suatu obat yang diturunkan dari porphyrin disisipkan ke sel kanker, kemudian dipaparkan ke sinar, sehingga membuat melanoma kanker terbakar habis. Bentuk porphyria lain yang jarang terjadi, akan menghasilkan akumulasi uroporphyrinogen I, suatu isomer dari prekursor protoporphyrin. Zat ini menyebabkan urine berwarna merah, membuat gigi sangat mengkilat jika terkena sinar ultraviolet, dan membuat kulit abnormal jika terkena sinar matahari.
Vampir dan Porphyria
Boleh jadi kondisi genetik seperti inilah yang mengawali adanya mitos tentang vampir. Seseorang yang terkena penyakit ini, membutuhkan banyak darah karena dia mengidap anemia dan dia menghisap darah orang lain di malam hari karena pada siang hari kulitnya mungkin bisa melepuh apabila terkena sinar matahari.
Pada Januari 1964, makalah yang membahas porphyria dan etiologi manusia serigala diterbitkan di Proceedings of the Royal Society of Medicine. Lebih lanjut, pada tahun 1985, David Dolphin memublikasikan makalahnya yang berjudul “Porphyria, Vampires and Werewolves : The Aetiology of European Metamorphosis Legends”, yang kemudian menuai beragam kontroversi.
Antara lain karena meski penderita porphyria mendapat terapi injeksi heme, bagaimanapun darah yang diminum (seperti yang dilakukan oleh vampir) akan masuk ke sistem pencernaan dan diuraikan. Polemik lain berkembang yakni pada aspek-aspek seperti sensitifitas terhadap cahaya, dan alergi bawang putih yang ditengarai merupakan bagian-bagian yang ditambahkan oleh industri film pada legenda vampir itu sendiri.
source: wiraloda.com
READ MORE - Vampir: Antara Ada dan Tiada

Jumat, 06 Mei 2011

Legenda Naga

Naga adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan. Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap.
Istilah naga merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta atau India kuna yang bermakna "ular". Dalam naskah Mahabharata dikisahkan bahwa para Naga merupakan anak-anak Resi Kasyapa dari perkawinannya dengan Dewi Kadru. Nama-nama mereka yang terkenal antara lain Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra. Bangsa Naga yang berjumlah ribuan memiliki dua orang sepupu berwujud burung dan disebut sebagai bangsa Kaga. Keduanya bernama Aruna dan Garuda, yang merupakan putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi Kasyapa. Dengan demikian, hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai sepupu juga sebagai saudara tiri. Meskipun demikian hubungan mereka kurang baik dan sering terlibat perselisihan. Di antara para Naga ada pula yang menjadi dewa, yaitu Sesa, yang tertua di antara putra Kadru. Ia memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa menyucikan diri. Ia akhirnya diangkat sebagai dewa para ular, bergelar Ananta.
Dalam tradisi Cina juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga. Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan naga versi India.
Naga versi Cina dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan. Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia selalu dihormati. Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga. Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya memebesar, ia bangun dan terbang menuju surga.
Sebagian ilmuwan berpendapat, naga Cina merupakan makhluk khayal yang diciptakan oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk ini juga dikenal dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryuu.
Naga di dalam shio memiliki arti kebenaran. Arti lain adalah perlindungan dan keperkasaan. Shio naga ada pada tahun 2000, 1988, 1876, 1964, 1952, 1940 . Shio naga memiliki kemampuan mulut yang baik dan sayangnya sering membuatnya celaka.
Naga dalam budaya Kalimantan, kususnya suku Dayak dan suku Banjar dianggap sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam air atau tanah dan disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan perwujudan dari Tambun yaitu makhluk yang hidup dalam air.
Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan "Dwitunggal Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang disimbolkan enggang (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). Alam atas bersifat panas (maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminim). Manusia hidup di antara keduanya.
Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir Dalam arsitektur rumah Banjar, makhluk naga dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.
Mitos dan dongeng rakyat tentang naga juga telah tumbuh di dunia Barat sejak berabad-abad silam. Naga di dunia Barat digambarkan sebagai kadal besar dengan 2 tangan dan 2 kaki yg memiliki sayap begitu besar, juga memiliki kemampuan untuk menyemburkan lidah-lidah api dan digambarkan memiliki gua bawah tanah. Naga seperti ini adalah naga yang terlihat dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire'. Naga ini selalu digambarkan memangsa manusia.
ok amigoz, sy tau pasti banuak yg tau modelnya naga, tapi gak salah kan kalo sy perlihatkan sketsanya



 ok amigoz, skali lagi, bagi mereka yg liat, tolong berbagi yah...
READ MORE - Legenda Naga

The Myth of Mapinguari

Mapinguari (atau mapinguary) adalah hewan legenda yang bergerak lambat yang berada di dalam tanah, berbulu merah, yang hidup di hutan amazon (antara brazil dan bolivia). menurut penduduk lokal. mahluk ini memiliki ciri ciri aneh yang meyerupai hewan2 yang biasa diceritakan dalam mithologi brazil. seperti, cakar yang panjang, kulit yang keras, memiliki kaki belakang serta mulut kedua yang terletak di perutnya.
Walaupun lambat, tetapi monster ini sangat berbahaya, hal ini dikarenakan kemampuannya untuk bergerak tanpa suara diantara pepohonan, kelemahannya adalah daerah perairan yang menghambat pergerakannya (sungai,danau dll). beberapa saksi mengatakan bahwa monster ini adalah hewan karnivora tetapi jarang memakan manusia. ketika monster ini mencium keberadaan manusia, dia akan berdiri dengan kaki belakangnya. tingginya sekitar 2 meter, dan gerakannya mirip seperti beruang Grizzly.Banyak ahli cryptozoologi berdebat tentang keberadaan hewan ini, beberapa dari mereka mengatakan bahwa saksi saksi yang melihat monster ini hanya berimajinasi tentang mithologi atau cerita rakyat yang berkembang di daerah tsb, bebrapa lainnya mengatakan bahwa hewan ini sejenis Wendigo yang hidup di daerah amerika utara atau hewan hewan raksasa yang hidup di amerrika utara pada masa Pleistocene atau hewan yang hidup di bawah tanah seperti Mylodon.

Dari antara banyak penelitian, seseorang yang terus mencoba untuk membuktikan keberadaan hewan ini adalah seorang ornithologist bernama David Oren. sepanjhang ekspediasi nya, dia berhasil mengumpulkan bermacam macam benda yang membuktikan keberadaan monster ini, seperti bulu agouti (<--- ga tau apa ini), kotoran hewan dan beberapa jejak kaki yang belum dapat disimpulkan. oren sangat meyakini keberadaan hewan ini, dan dia yakin bahwa hewan ini sangat sulit untuk ditangkap, sangat langka dan menhindari kontak dengan manusia.
ni dia amigoz, sketsa mapinguari
kalo amigoz ada yg pernah liat, bilang2 yah, langka lho...
READ MORE - The Myth of Mapinguari

Makhluk misterius

nah amigoz, ni dia beberapa makhluk yang belum sempat terkuak keberadaannya oleh para ahli...
1. Bigfoot/Sasquatch/Yeti.
Ciri-ciri:
  • Lebih tinggi dari standar manusia dewasa (7 hingga 8 kaki).
  • Tubuh ditutupi oleh bulu coklat panjang(putih pada kasus Yeti).
  • Memiliki tenaga yg kuat.
  • Kaki yg besar dan lebar.
  • Memiliki teriakan yg memekakkan telinga.
  • Bentuk tubuh nya menyerupai manusia(kontur muka,berjalan di atas 2 kaki,berbadan tegap,dll).
Makhluk besar berbulu yang berjalan seperti manusia itu disebut-sebut bersembunyi di hutan-hutan atau wilayah yang sulit kita jangkau. Di Amerika utara mereka disebut Bigfoot atau Sasquatch. Tidak jelas apakah itu species baru dari monyet ataukah sebuah missing link dari evolusi manusia?
Di Asia, terutama kawasan Himalaya, mereka dikenal dengan Yeti atau manusia salju yang mengerikan. Di Amerika Selatan, kawasan Amazon, ada sebutan Mapinguari, sedang di Australia julukannya adalah Yowie.
Benarkah makhluk-makhluk itu ada di alam nyata? Seorang Sherpa tua di Himalaya pernah berkata, “Yeti itu ada di balik pikiran semua manusia, hanya mereka yang diberkatilah yang tidak dihantui makhluk itu.
Ada atau tidak, yang jelas banyak kebudayaan memiliki cerita tentang manusia berbulu. Penampakan mereka di Amerika Utara dan Asia sudah dibicarakan sejak awal tahun 1800-an. Walau sudah banyak cerita, foto, dan jejak kaki mereka, namun sejauh ini belum pernah ada bukti ilmiah bahwa mereka ada.
Tidak pernah ditemukan kotorannya, tulang belulangnya, serta tubuhnya, hidup atau mati.
Baru2 ini 2 orang pemburu mengklaim telah menemukan mayat sang raksasa itu di wilayah utara Georgia, negara bagian Amerika Serikat.
Kedua pemburu yang tidak disebut namanya itu adalah teman dari Tom Biscardi, pimpinan “Pelacak Bigfoot”, sebuah kelompok yang sejak lama memang mencari jejak mahluk legenda ini.
Bigfoot adalah mahluk legendaris yang sampai sekarang belum benar-benar bisa dibuktikan apakah memang ada atau hanya sekadar khayalan penulis fiksi. Kabar penemuan Bigfoot ini segera menarik minat ribuan orang yang bergegas mengakses situs kelompok Biscardi (Searching For Bigfoot: HomePage)
Hasilnya, situs itu crash karena tak kuat menanggung beban banyaknya pengakses.
2. Loch Ness Monster and other Lake monster.
Ciri-ciri:
  • Makhlus raksasa dengan leher panjang.
  • Kepala yg mirip dengan kuda.
  • Tinggal di perairan seperti danau atau samudra.
Loch Ness Monster dipercaya hidup di perairan Danau Loch Ness wilayah utara Skotlandia, Inggris. Ratusan orang selama ratusan tahun mengklaim pernah melihat wujud monster menyembul di permukaan danau yang senantiasa tenang itu. Namun hingga kini, monster yang berjuluk Nessie itu tetap menjadi misteri. Apakah monster ini memang ada?
Sejumlah ilmuwan selama puluhan tahun terakhir berupaya keras melakukan serangkaian penelitian terhadapnya, namun Nessie–seperti kebanyakan makhluk legenda lainnya–memilih untuk menyembunyikan identitasnya, mengubur diri di kedalaman danau yang belum terselami hingga ke dasarnya itu.
Kisah tentang Nessie diawali oleh sebuah deskripsi dalam naskah kuno dari abad ke-7. Dalam sebuah catatan tentang rohaniawan Kristen berjudul “Life of St Columba” tulisan Adamnan, ada satu penjelasan mengenai sesosok monster di Danau Loch Ness.
Disebutkan pada tahun 565, rohaniawan St Columba menolong orang-orang Suku Pict (penduduk Skotlandia Kuno) yang tiba-tiba diserang makhluk air raksasa saat berlayar di Danau Loch Ness. Dengan merapal doa dari daratan, St Columba berhasil mengusir monster tersebut.
Sejak itu, tak ada penjelasan lagi soal Nessie, tetapi ia tetap dibicarakan hingga penghujung tahun 1800-an. Lalu di tahun 1930-an, isu kemunculan Nessie kembali ramai diberitakan.
Penampakan-penampakan Nessie:
Di abad ke-20, laporan pertama muncul pada April 1933 oleh pasangan suami istri John Mackay yang mengendarai sepedamotor di tepi jalan raya Danau Loch Ness. Mereka mengaku melihat Nessie sedang berjemur di tengah danau.
Kisah menggemparkan merebak pada 22 Juli 1933, saat George Spicer dan istrinya melaporkan penampakan sosok makhluk raksasa melintas di depan mobil mereka di sekitar Danau Loch Ness.
Dideskripsikan, makhluk itu setinggi 1,2 meter dengan tubuh sepanjang 8 meter, leher memanjang mirip belalai gajah sepanjang 3 meteran, sementara kepalanya kecil. Makhluk itu melintas berpuluh meter di depan mobil mereka.
Laporan lain pada 5 Januari 1934, seorang pengendara sepedamotor, Arthur Grant, melaporkan hampir menabrak sesosok “dinosaurus” di tepian utara Danau Loch Ness. Pukul 01.00 dinihari saat purnama, ia terkejut melihat kemunculan leher yang panjang di sisi jalan.
Makhluk itu menatapnya sesaat sebelum beranjak masuk ke dalam air. Ia pun mengejar makhluk itu, namun hanya melihat riapan air di permukaan danau.
Lantas pada 5 Juni 1934, seorang pembantu rumah tangga bernama Margaret Munro mengaku mengamati makhluk raksasa selama 20 menit. Pukul 06.30 pagi, dari jarak 180 meter, ia melihat gerakan di tepi Danau Loch Ness.
Disebutkannya, “monster” itu berkulit kasar mirip gajah, berleher panjang, kepala kecil dengan dua sirip pendek yang lebar menyerupai kaki. Makhluk itu kemudian menyelam ke dalam danau.
Bulan Mei 1943, CB Farrel dari Royal Observer Corps (Korps Observer Kerajaan Inggris) dikejutkan dengan penampakan Nessie di Loch Ness. Ia berada pada jarak 225 meter dari sesosok makhluk raksasa bersirip seukuran 9,6 meter dengan leher sepanjang 1,6 meter yang tiba-tiba muncul dari dalam air. Ia melaporkan secara resmi penampakan ini ke London.
Kemudian pada Desember 1954, sonar sebuah kapal nelayan Rival III menangkap citra makhluk raksasa kira-kira 150 meter di bawah kapal mereka di Danau Loch Ness. Citra tersebut muncul selama pelayaran setengah mil, sebelum akhirnya hilang dari pantauan.
Laporan sejenis banyak bermunculan hingga 1963, sampai akhirnya sebuah rekaman kamera amatir menampakkan sosok Nessie dari jarak sekian mil selama beberapa menit.
Foto dan Rekaman:
Yang pertama kali mengklaim berhasil memotret Nessie adalah seorang pemuda tak dikenal. Ia mengabadikan gambar bayangan punggung Nessie yang sedang bermain air (1933). Foto ini tak jelas, kecuali siluet hitam berliku dan air yang menyembur.
Foto pertama yang paling menggemparkan dunia adalah buah karya R Kenneth Wilson pada 1934. Dokter ahli bedah ini memang sangat tertarik dengan legenda Nessie. Fotonya ini menjadi salah satu bukti penting tentang Nessie (di zamannya) yang memperlihatkan sosok makhluk berleher panjang, kepala kecil dan sebagian punuk yang menyembul di permukaan danau. Foto ini dikenal dengan kode “Surgeon’s Photo”. Setelah dikaji selama berpuluh tahun, pada 1994, foto ini dinyatakan hanya tipuan dan rekayasa.
Foto lainnya adalah karya Peter A Macnab (1955). Ia memotret bayangan punggung Nessie yang berenang di dekat sebuah kastil di Teluk Urquhart, Danau Loch Ness. Potret ini disimpan untuk diteliti.
Sementara pada 1938, GE Taylor, seorang turis asal Afrika Selatan mengklaim sebuah film tentang Nessie selama 3 menit dalam format film warna 16 mm.
Tetapi film ini tak pernah dipublikasikan secara terbuka. Beberapa ilmuwan menganggap ini rekaman asli (walau tidak begitu jelas) dan menjadi bukti ilmiah penting tentang Nessie.
Lalu rekaman gambar yang lain adalah buah karya Tim Dinsdale (1960), seorang insinyur penerbangan. Ia berhasil merekam punuk makhluk raksasa sedang melintasi danau dengan riak air yang bergelora.
Namun banyak yang menyangsikan film ini dan menyebutnya sebagai trik tipuan kamera semata. Namun penelitian ilmiah dengan peralatan lebih canggih di tahun 1993 meluruskan bahwa gambar tersebut adalah orisinil!
Beberapa ekspedisi dan penelitian dilakukan di sekitar Danau Loch Ness, namun tak satupun yang berhasil mengungkap misterinya. Bahkan ekspedisi ilmiah yang didanai British Broadcasting Corporation (BBC) pada 2003 juga tak membuahkan hasil. Tak ada yang tahu apakah Nessie ada atau tidak.
Apakah monster ini bersembunyi di bawah rerumputan Danau Loch Ness yang tebal di kedalaman sampai 240 meter? Ini tetap menjadi misteri yang menyelimuti danau sepanjang 37 km dengan lebar 8 km itu.
3. Chupacabra.
Ciri-ciri:
  • Sebesar simpanse.
  • Memiliki mata merah yg besar.
  • Lidah panjang mirip ular.
  • Kulit abu-abu dan berbulu.
  • Taring yg tajam.
  • Beberapa mengatakan chupacabra memiliki sayap.
Chupacabra atau yang biasa juga disebut El Chupacabara merupakan sebutan bagi Mutant/Monster misterius yang beberapa tahun belakangan ini menjadi teror bagi warga di Benua Amerika,terutama Amerika Tengah dan Amerika Latin.
Kata Chupacabra sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang mempunyai arti “Pemangsa/penghisap Darah Kambing”,karena sejak kemunculannya di berapa dekade ahir-ahir ini,makluk misterius yang mempunyai kebiasaan menyerang kemudian menghisap darah hewan ternak,terutama Kambing,telah banyak diperbincangkan oleh warga di Benua Amerika.
Salah satu saksi mata asal Puerto Rico menceritakan pengalamannya bertemu dengan Mutant tsb pada awal tahun 90-an,Beliau menuturkan telah melihat makluk aneh,mirip seekor anjing,namun berjalan dengan dua kaki saja,dan memiliki jajaran tulang belakang membentang dari leher ke pangkal ekor,yang pada saat itu sedang memangsa salah satu ternaknya.Setelah dipergoki,Mutant misterius itu kemudian kabur dengan gaya berlari mirip dengan seekor Tyranosaurus Rex/T-Rex.
Legenda Chupacabra sendiri sudah mulai banyak diperbincangkan kira-kira pada tahun 1987,dimana salah suatu surat kabar harian Puerto Rico, El Vocero dan El Nuevo,melaporkan mengenai seringnya terjadi pembunuhan hewan-hewan ternak seperti Ayam, Kuda,Sapi Perahan dan Kambing di beberapa wilayah Negara tsb.Pertama kali, dugaan pembunuhan terhadap hewan-hewan ternak tsb dilakukan oleh beberapa oknum yang menganut aliran hitam.
Namun lambat laun dugaan ini hilang,dan ahirnya pembunuhan terhadap hewan ternak hampir menjalar di seluruh wilayah Negara Puerto Rico, sehingga banyak peternakan kehilangan kehidupan hewani-nya.
Setelah terjadi di Puerto Rico,Kejadian sama juga muncul di Negara-Negara Amerika Latin dan Amerika Tengah lainnya seperti Republik Dominika, Argentina, Bolivua, Chilie, Kolombia, Chilie, Honduras, El Salvador, Panama, Peru, Brazil, USA, dan Meksiko.
Pada saat itu juga,Berita mengenai Chupacabra mulai disiarkan beberapa kali oleh Chanel Televisi Inggris, Spanyol, dan negara2 Eropa lainnya.
Pada Juli 2004 kemarin,seorang peternak dekat San Antonio,telah membunuh makluk menyerupai anjing namun tidak berbulu yang telah membunuh beberapa ekor ternaknya.
Banyak yang beranggapan mutant misterius yang berhasil dibunuh oleh peternak tsb merupakan seekor Elmendorf Creature.Pada bulan Oktober 2004,makluk menyerupai Elmendorf Creatur terlihat kembali di wilayah peternakan San Antonio.
Kisah Lainnya juga dituturkan oleh peternak di wilayah Coleman,Texas yang bernama Leggie Lagow. Pada pertengahan tahun 2005,dia berhasil mengangkap seekor binatang aneh yang belum pernah ia kenal sebelumnya.Menurut penuturannya dia curiga mengenai kematian sejumlah ayam dan kalkun peliharannya yang belakangan sering terjadi di peternakannya.
Pada Bulan April tahun 2006,MosNews melaporkan bahwa Chupacabra terlihat untuk permakalinya di Rusia.Laporannya dimulai dari wilayah Rusia tengah pada tahun 2005,dimana diceritakan oleh saksi mata,seekor makluk aneh telah membunuh tiga puluh ekor kalkun dalam waktu semalam dan menghisap darahnya.
Laporan selanjutnya dari sebuah desa di Neigboring Rusia, diberitakan 30 ekor domba dibunuh secara misterius dengan ciri indung telur tebuai keluar dan darah di bagian dalam hewan-hewan tsb telah kering seperti habis terhisap.
Sejauh ini sudah banyak bukti-bukti mengenai keberadaan makluk ini,baik berupa bangkai/ maupun kesaksian2 yang dituturkan oleh para warga.Beberapa penemuan bangkai/perburuan yang dilakukan warga terhadap hewan misterius tsb, diserahkan oleh para ahli kedokteran hewan untuk diteliti lebih lanjut.
Banyak pula orang Puerto Rico beranggapan Bahwa Chupacabra merupakan makluk dari hasil rekayasa Genetika dari suatu lembaga penelitian Amerika Serikat,yang kabur dari Laboratorium di El Yunque,sebuah laboratorium di Timur Puerto Rico yang telah rusak diporak porandakan oleh terjangan angin topan di awal tahun 90?an. Tak sedikit pula orang-orang yang menganggap Chupacabra ada hubungan erat dengan Makluk Asing (alien / ET).
4. Mongolian Death Worm.
Ciri-ciri:
  • Panjang antara 2-5 kaki.
  • Warna kuning.
  • Berbentuk cacing gemuk.
Monster yang tinggal dikawasan gurun gobi ini termasuk dalam golongan mahluk kritozoologi.
Wujudnya berupa sesosok cacing gemuk, dengan panjang antara 2-5 kaki (0.6 s/d 1.5 meter), warna kuning katanya sangat menarik perhatiannya
Di tempat asalnya, dia diberi nama allghoi (atau orghoi) khorkhoi (??????) yang berarti “cacing darah”, julukan itu diberikan karena pada suatu kali terlihat, mahluk tersebut dilaporkan berbentuk seperti usus sapi besar yang berwarna merah.
Kemampuan mengerikan lainnya adalah, mahluk ini dapat menyemburkan racun berwarna kuning ketika diserang serta kemampuan untuk membunuh dari jarak jauh (sengatan listrik)
Salah seorang penyelidik hewan ini adalah seorang penulis bernama Ivan Mackerle, mengatakan dalam tulisannya di majalah Fate (Juni 1991) bahwa monster ini membunuh mangsanya dengan sengatan listrik.
Ahli kehewanan dari Inggris bernama Karl Shuker berhasil mendapatkan perhatian dari pemerintah inggris untuk meneliti mahluk ini lebih lanjut karena meluncurkan bukunya pada tahun 1996 yang berjudul The Unexplained.
Diikuti oleh yang lain setelah tahun – tahun berikutnya, beberapa pelajar mennulis penelitian tentang hewan ini dan karya tulis tersebut dicetak ulang dalam bentuk buku berjudul The Beasts That Hide From Man. Sedangkan Loren coleman menulis penelitian hewan ini dalam buku berjudul Cryptozoology A to Z
Sebuah ekspedisi gabungan dilakukan pada tahun 2005 oleh Centre for Fortean Zoology dan E-Mongol untuk meneliti dan melaporkan keberadaan hewan ini.dalam ekspedisi tersebut tidak menemukan bukti apapun tentang keberadaan hewan ini.
Tapi adanya teori kemungkinan tentang keberadaan hewan ini di dasar tanah wilayah gurun gobi, sepanjang area mongolia/ perbatasan cina.
5. Tsuchinoko.
Ciri-ciri:
  • Berjalan seperti manusia.
  • Memiliki semacam tempurung di kepala nya.
  • Tinggal di daerah danau atau sungai.
Kappa (anak-sungai), juga biasa disebut Gatar? (bocah-sungai) atau Kawako (anak-sungai) adalah mahluk legendaris yang dipercaya sebagai roh sungai dan sering dijumpai dalam cerita rakyat jepang.
Tetapi sekarang, mahluk ini masuk dalam golongan “hewan yang belum ditemukan (cryptozoology)” hal ini disebabkan karena adanya beberapa saksi yang menyaksikan penampakan mahluk tersebut. dalam agama Shinto mereka termasuk dalam golongan Suijin (dewa air).
Sebagian besar orang menggambarkan Kappa seperti anak kecil,bentuk tubuhnya separuh manusia separuh katak (beberapa mengatakan monyet), beberapa orang lainnya menggambarkannya seperti seekor kura kura dengan paruh seperti bebek.
Pada beberapa gambar menunjukan bahwa Kappa mempunyai tempurung tebal dan kulit yang bersisik yang warnanya hijau kekuning kuningan atau biru, habitat kappa adalah sungai atau danau yang berada di jepang dan tubuhnya di lengkapi dengan fitur yang mendukung kehidupannya dengan lingkungannya, seperti tangan dan kaki yang berselaput, baunya seperti ikan dan pandai berenang seperti ikan.
Kappa juga dikenal sebagai pembuat ulah,keonaran kecil yang biasa ditimbulkan adalah mengeluarkan suara kentut yang keras atau mengintip kimono dalam wanita(fokers bgt ).
Ulah lain yang lebih ganas adalah mencuri hasil kebun, menculik anak2 atau memperkosa wanita.Diceritakan bahwa anak kecil adalah santapan favorit kappa, selain itu kappa juga memakan orang dewasa. Mereka memakan shirikodama = isi perut, darah, hati atau zat kehidupan manusia melalui anusnya.
Sampai sekarang, tanda bahaya bergambar kappa dipasang di beberapa perairan kota dan desa desa jepang,karena kappa takut terhadap api maka pada festival perayaan panen atau festival2 lain.Masyarakat membakar kembang api untuk mengusir mahluk ini.
Tidak semua Kappa jahat terhadap manusia, sebagian dari mereka sangat tertarik dengan kehidupan manusia, bahkan mereka mengerti dan sanggup berbicara dengan bahasa jepang.Kadangkala ketika mereka bertemu dengan manusia, Kappa selalu mengajak manusia untuk beradu kemampuan dalam permainan Shogi (catur jepang) dan sumo.
Kabarnya mereka bisa bersahabat dengan manusia jika manusia memberikan hadiah kepada mereka berupa ketimun(bagi yg maen Harvest Moon pasti tau).Makanan yang paling disukai oleh Kappa selain anak manusia,sebagian orang – orang tua di jepang biasanya menuliskan nama anak mereka atau nama mereka sendiri diatas ketimun dan melemparkannya kesungai yang dipercaya sebagai tempat tinggal kappa.
Hal tersebut dimaksudkan agar mahluk ini tidak mengganggu keluarga mereka.Mentimun persembahan untuk kappa biasanya diisi dengan gulungan sushi didalamnya dan dinamakan kappamaki.
6. Manticore.
Ciri-ciri:
  • Tubuh menyerupai singa.
  • Memiliki tiga buah taring.
  • Ekor berbentuk mirip sengat kalajengking.
  • Memiliki sengat beracun.
  • Bersuara seperti terompet.
Mythologi tentang manticore aslinya berasal dari Persia, yang aslinya berjuluk “pemakan manusia” (berasal dari bahasa timur tengah kuno yaitu kata Martya yang berarti manusia dan Xwar yang berarti memakan).
Manticore sendiri berasal dari bahasa inggris, terminologi dari bahasa latin mantichora. Legenda tentang monster ini tersebar di daratan eropa dan pertama kali diceritakan oleh Ctesias, seorang paranormal dari yunani yang mengabdi pada raja Artaxerxes II.
Buku Description of Greece karya seorang ahli agama dari yunani bernama Pausanias menceritakan tentang manticore.
Monster yang digambarkan oleh Ctesias yang disebut martichoras berbentuk seperti harimau, tetapi memiiliki tiga buah taring dan sengat pada ekornya yang digunakan untuk mempertahankan diri.Ketika monster ini terluka,dia bisa menembakan racun seperti panah yang terlepas dari busurnya.(Description, xxi, 5)
Sekarang ini, orang orang yang mempercayai keberadan manticore percaya bahwa monster ini menempati hutan hutan di asia,terutama indonesia{OMG negara kita bro).
Manticore dipercaya sanggup membunuh korbannya dengan cepat, dengan menggigit atau mencakar kemudian memakan seluruh tubuh korbannya sampai ketulang tulangnya.
Alasan beberapa orang mempercayai monster ini walaupun belum pernah ada bukti bukti yang memperkuat keberadaannya adalah monster ini pemburu yang sangat handal, tak terlihat atau terdengar oleh mangsanya.
Ketika ada seseorang yang hilang dalam hutan dan tidak ditemukan mayatnya, mungkin itu adalah ulah dari sang manticore.
7. Bunyip.
Ciri-ciri:
  • Ekornya seperti kuda.
  • Memiliki sirip.
  • Taringnya seperti singa laut.
  • Beberapa mengatakan memiliki tanduk.
  • Dalam legenda dikatakan monster ini memancing korbannya untuk memasuki rawa, danau atau sungai tempat dimana monster ini tinggal
  • Raungannya terdengar seperti tangisan ketika malam hari mereka mencari mangsa.
Bunyip yang berarti iblis atau roh jahat adalah hewan mistik yang berasal dari cerita rakyat Australia. Berbagai gambaran dan penjelasan tentang monster ini telah diberikan sejak jaman kolonial di australia.
Monster yang tercatat dalam Mythologi aborigin ini juga dipastikan adalah jenis hewan yang hampir punah.
Pada tahun 1846 sebuah tulang belulang ditemukan di dalam sungai Murrumbidgee yang berada di New South Wales. Beberapa ahli menyimpulkan bahwa tulang tersebut adalah milik mahluk yang belum pernah diketahui oleh ilmuwan manapun.
Tahun 1874, tulang yang diprediksi tulang Bunyip dipamerkan di Australian Museum (Sydney) selama dua hari dan akhirnya dicuri dari museum setelah itu.
The Great Bunyip adalah area yang dipercaya sebagai tempat tinggal Bunyip.Area rawa rawa di sekitar Greta,Victoria Australia. Penduduk lokal sering mendengar raungan keras yang misterius yang berasal dari rawa tersebut.
Pernah suatu ketika rawa tersebut dikeringkan demi mencari monster ini,. dan akhirnya suara suara misterius tersebut hilang.Beberapa orang percaya bahwa bunyip pindah kearea lain sebagian lainnya mengatakan bahwa bunyip akan langsung mati ketika habitatnya dirusak.
Diperkirakan, bahwa bunyip adalah bagian dari mahluk Cryptozoologi semacam diprotodon atau jenis hewan megafauna lainnya yang seharusnya telah punah 50 ribu tahun yang lalu.
Jeritan Possum atau Koala sering dikira raungan bunyip,. suara Barking Owl (sejenis burung hantu) kadang juga disalah persepsikan sebagai suara bunyip,karena spesies burung yang tinggal di hutan dekat danau ini mirip dengan tangisan wanita atau anak anak yang menakutkan.
Tapi mustahil suara tersebut bisa disalah artikan oleh orang2 aborigin,karena suku asli australia ini hapal betul dengan suara suara hewan tersebut diatas.
Kesimpulan sementara,bunyip adalah salah satu jenis Quinkana. Hewan seperti buaya yang hidup di masa pre-historis yang seharusnya punah 40 rebu tahun yang lalu.
8. Megalodon.
Ciri-ciri:
  • Hiu with Huge size kaya nya udah menerangkan semuanya deh
Nenek moyang dr Great White Shark ini hidup sekitar 1-25 juta tahun lalu dan memiliki panjang tubuh sekitar 40 sampai 60 meter!! bandingkan dengan hiu putih terbesar yang hanya mempunyai panjang tubuh 15-20 meter.
Sebenarnya Megalodon yang masih hidup belum pernah ditemukan apalagi didokumentasikan. Akan Tetapi meurut para ahli biologi dan marine arkeolog mereka masih bisa menemukan sisa-sisa gigi dari Megalodon di dalam laut, dan fossil gigi megalodan yang paling muda masih berumur antara 10,000-15.000 tahun yang lalu.
Artinya, untuk skala evolusi dan fossil umur 10.000 tahun ini masih termasuk “kemaren” dibanding jaman dinosaurus yang telah punah ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu.
Banyak para ahli Cryptozoology percaya jika Megalodon masih ada yang eksis di dunia,paling jumlahnya sangat-sangat sedikit dan hidup di perairan dalam yang jarang tersentuh manusia.
9. Belum teridentifikasi.
Baru-baru ini, ahli dari perhimpunan ilmu kedokteran kehakiman Moskwa telah melakukan penentuan untuk ke lima kalinya terhadap sesosok mayat misterius sepanjang 25 cm.
Ahli terkait dari Rusia yakni W. Chernoburov menuturkan, bahwa sosok mayat ini tidak termasuk organisme apa pun yang sudah diketahui, sebab mereka tidak pernah menemui molekul DNA ini. Oleh orang-orang sosok mayat ini dinamakan “Makhluk luar angkasa Ural”
Menurut laporan, bahwa sosok mayat misterius ini ditemukan pada musim panas 1996 silam oleh seorang wanita tua di kawasan Ural, Rusia.
Ketika itu, mahluk kecil ini masih dalam kondisi hidup, kepalanya seperti bawang yang terbungkus, tidak mempunyai telinga, matanya besar seperti mata kucing, tidak bisa bicara, hanya bisa meringkik. Wanita tua yang menemukanya lalu membawanya pulang, namun tidak lama kemudian makhluk kecil ini pun mati.
Sebuah tim ilmuwan Rusia kemudian meluncur ke kawasan Ural, dengan maksud untuk meneliti sejenak mayat makhluk misterius ini. Namun, malang wanita tua tersebut menemui ajalnya dalam sebuah kecelakaan, dan mayat makhluk misterius itu pun ikut lenyap.
Awalnya dicurigai sebagai janin yang keguguran. Sosok “mayat angkasa luar” yang hilang ini kemudian ditemukan oleh mantan perwira polisi Bendelyn.
Tenyata Bendelyn menangkap seorang tersangka pencuri kabel setempat, dan menyita bungkusan yang dibawanya, dari bungkusan itu ia menemukan sesosok mayat makhuk aneh berbentuk mumi.
Dokter bidang urologi (bagian penyakit saluran kemih) yakni Uskever, adalah dokter pertama yang melakukan pemeriksaan terhadap mayat makhluk misterius ini. Ia menuturkan, bahwa mayat makhluk berbentuk mumi ini sama besarnya dengan janin manusia yang berusia 20 minggu.
Dan menurut dokter genekologi dan kebidanan setempat bahwa mayat ini mungkin janin prematur yang belum matang pertumbuhannya atau janin yang gagal. Polisi setempat mulai percaya bahwa itu adalah janin manusia, dan yang ia hubungkan adalah sebuah kasus keguguran yang sama.
Namun perwira polisi Bendelyn memutuskan meminta ahli medis untuk melakukan pemeriksaan mayat secara konkret, memastikan apakah ia janin yang mati keguguran atau janin yang sengaja digugurkan.
Pakar autopsi mayat memastikan bahwa itu adalah pembentukan makhluk hidup baru. Kepala bagian anatomi dari rumah sakit setempat yakni Shamohikyn telah melakukan pemeriksaan yang cermat terhadap makhluk misterius ini.
Dan secara mengejutkan ia menuturkan, bahwa ia (organisme-red) bukan mayat manusia, juga bukan mayat binatang apa pun, tapi suatu mayat dari pembentukan makhluk hidup baru.
Doktor Shamohikyn menuturkan : “makhluk hidup ini dipastikan bukan golongan manusia, tengkorak mahkluk ini berkurang dua kerangka dari manusia, selain itu, struktur kerangka lainnya juga tidak sama dengan struktur kerangka manusia, perbedaan-perbedaan ini tidak seperti kelainan kongenital (kelainan bawaan).”
Secara berturut-turut ilmuwan Rusia telah 5 kali melakukan penetuan laboratorium terhadap “mayat makhluk misterius” ini, dengan tujuan dapat mengetahui asal dan perkembangannya.

Baru-baru ini penentuan DNA dilakukan oleh ahli dari perhimpunan ilmu kedokteran kehakiman Rusia,dan hasilnya sangat mengejutkan. Ilmuwan Rusia Chernoburov mengatakan : “kami menemukan sebuah gen dari sample DNA makhluk ini, gennya sama sekali berbeda dengan gen manusia atau antropoid (kera mirip manusia).
Saat ini kami tidak menemukan gen apa pun yang cocok dengannya dalam laboratorium kami. Sebelumnya para ahli belum pernah melihat makhluk mana pun yang memiliki molekul DNA seperti ini.
READ MORE - Makhluk misterius

Myth Of Mokele Mbembe

hola amigoz, terkadang banyak makhluk yg diduga punah rupanya masih ada... ini satu diantara ribuan lainnya...
 
Ivan Sanderson dan rekannya Gerald Russel melihat air sungai mulai beriak dengan liar. Perahu mereka berguncang dengan keras. Dari dalam air yang gelap tidak jauh dari mereka, perlahan-lahan muncul sesosok makhluk berkepala seperti kadal dengan leher yang panjang, seakan-akan ia baru saja muncul dari masa lampau. Makhluk itu menatap Sanderson dan Russel dengan tatapan dingin selama beberapa detik, lalu menghilang kembali kedalam air. Sanderson bergidik, Itukah Mokele Mbembe yang legendaris itu ?


Lebih dari 200 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1776, seorang misionaris Perancis bernama Abbe Lievain Bonaventura menemukan sebuah jejak misterius di tanah. Jejak itu memiliki lingkar sepanjang kurang lebih satu meter dan memiliki tiga cakar. Masing-masing jejak berjarak sekitar dua meter. Apabila melihat besarnya lingkaran jejak tersebut, maka hewan ini dipastikan lebih besar dibanding seekor gajah. Tapi masalahnya satu, Gajah tidak memiliki cakar.

Itulah laporan pertama yang terdokumentasi mengenai makhluk legendaris Mokele Mbembe.

Makhluk misterius ini dipercaya hidup di danau Tele dan aliran sungai Likouala yang menuju danau Tele di wilayah Kongo, Afrika. Sama seperti saudaranya Nessie dari Skotlandia, Mokele Mbembe juga dipercaya sebagai makhluk prasejarah yang sanggup bertahan terhadap perubahan zaman.

Namanya yang unik berasal dari bahasa Lingala yang berarti "sesuatu yang menghentikan aliran sungai". Menurut para saksi mata, makhluk ini memiliki ciri-ciri tubuh sebesar gajah kecil atau badak besar, leher panjang, ekor panjang dan kepala yang kecil. Warnanya coklat bercampur abu-abu dan dipercaya sebagai herbivora. Beberapa saksi mata lainnya melaporkan melihat surai di belakang lehernya. Penduduk lokal juga mengatakan bahwa makhluk ini membuat takut hewan lainnya di sungai dan suka membalikkan perahu penduduk lokal yang sedang melintas.


Berita mengenai makhluk ini sampai ke dunia barat lewat para pedagang Inggris yang mampir ke Afrika. Mereka mendengar tentang makhluk ini dari penduduk lokal dan menyampaikannya dari mulut ke mulut hingga sampai ke telinga para penjelajah dan kolektor hewan langka dari dunia barat.
Peristiwa perjumpaan dengan makhluk ini yang menggemparkan terjadi pada tahun 1932. Ahli cryptozoology dari Inggris bernama Ivan Sanderson bersama rekannya Gerald Russel yang melakukan ekspedisi ke Kongo menemukan sekumpulan jejak besar seperti kuda nil. Namun wilayah tempat ia menemukan jejak tersebut tidak memiliki kuda nil, karena itu Sanderson beranggapan bahwa jejak itu pasti bukan milik kuda Nil. Penduduk lokal lalu memberitahu Sanderson bahwa jejak itu milik makhluk yang bernama "Mgbulu eM'bembe".

Kemudian, ketika Sanderson dan Russel sedang bersiap menuju sungai Mainyu, mereka mendengar suara raungan aneh yang mengerikan muncul dari sebuah gua dekat sungai.

"Itu adalah suara paling menakutkan yang pernah saya dengar. Bunyinya seperti sebuah gempa yang bersiap muncul dan meledak." Kata Sanderson.

Menyusul suara itu, Sanderson dan Russel melihat air sungai mulai beriak, lalu seekor makhluk berwarna gelap dengan kepala seperti kadal dan leher panjang muncul dari dalam air. Makhluk itu hanya memandangi Sanderson dan rekannya selama beberapa detik, Lalu menyelam kembali ke dalam sungai dan menghilang. Sanderson kemudian mengomentari pengalaman itu dengan kata-kata berikut :

"Kami tidak tahu apa yang kami lihat, namun makhluk itu seakan-akan membakar retina mataku. Makhluk itu terlihat seperti sesuatu yang seharusnya sudah mati jutaan tahun yang lalu. Sebagai ilmuwan, aku seharusnya senang, namun perjumpaan itu begitu mengerikan sehingga aku tidak ingin menjumpainya lagi."

Ekspedisi lain yang cukup menghebohkan terjadi pada tahun 1983. Saat itu Marcellin Agnagna, seorang Zoologist dari kebun binatang Brazzavilles memimpin ekspedisi ke danau Tele. Pada saat seorang rekannya sedang membersihkan lumpur yang melekat di badannya di pinggir danau Tele, makhluk itu muncul dari dalam air. Agnana mendengar teriakan rekannya dan segera berlari ke danau. Ia melihat makhluk itu bergerak kesana kemari di dalam air selama 20 menit. Ia memperkirakan makhluk itu memiliki panjang 5 meter. Warna depan tubuhnya coklat, sedangkan bagian belakangnya berwarna hitam mengkilat. Agnagna juga mendeskripsikan makhluk itu memiliki kepala seperti buaya, mirip dengan deskripsi Sanderson.

Tahun 1985, William Gibbons yang mengadakan ekspedisi ke danau Tele mendapatkan informasi bahwa pada tahun 1959, suku pigmi yang berdiam disekitar danau itu berhasil menangkap seekor makhluk raksasa tidak dikenal. Mereka memotong-motong makhluk itu dan memakannya. Menurut cerita, semua orang dari suku pigmi yang memakan makhluk itu meninggal dengan misterius tidak lama setelahnya. Namun menurut mereka, masih ada dua makhluk raksasa seperti itu yang masih hidup di danau Tele. Hal ini membuat Gibbons berkesimpulan bahwa ada sekelompok Mokele Mbembe di danau Tele. Argumen ini cukup masuk akal mengingat penampakan makhluk ini telah dimulai sejak 1776.

Tahun 1992, William Gibbons kembali ke danau Tele bersama penjelajah bernama Rory Nugent. Mereka menjelajah sungai Bai, danau Fouloukuo dan danau Tibeke yang tidak tercantum di peta. Rory Nugent mengaku melihat sesuatu yang berbentuk kepala muncul dari dalam danau. Tapi apakah itu kepala Mokele Mbembe atau bukan, tidak bisa dipastikan.


Pertanyaan mengenai identitas Mokele Mbembe telah mengganggu para peneliti selama lebih dari seratus tahun. Makhluk jenis apakah ini ? Beberapa peneliti menyatakan teori kalau penduduk lokal mungkin salah mengidentifikasi seekor gajah. Namun Roy Mackal, seorang ahli Cryptozoolgy ternama menolak teori salah identifikasi ini. Menurutnya, laporan penampakan datang dari berbagai saksi yang kredibel dengan berbagai latar belakang.

Menariknya adalah, pada tahun 1960-an, seorang herpetolog muda bernama James Powell yang tertarik dengan kisah ini mengadakan perjalanan ke Kongo. Di tempat itu, ia bertemu dengan seorang saksi mata yang pernah berjumpa dengan Mokele Mbembe. Powell lalu menunjukkan kepadanya beberapa gambar hewan-hewan besar. Ketika sampai kepada gambar Diplodocus, salah satu jenis Sauropoda, saksi itu mengenalinya sebagai Mokele Mbembe.

Walaupun hingga sekarang para ilmuwan belum berhasil menemukan bukti otentik keberadaan makhluk ini, namun pertanyaan penting yang harus diajukan kepada mereka yang meragukan keberadaan Mokele Mbembe adalah : Apakah suku pigmi dan penduduk lokal Kongo berkonspirasi untuk membuat sebuah hoax ? I don't think so !

Tapi seperti makhluk Cryptozoology lainnya, Mokele Mbembe akan terus dipandang skeptis oleh sebagian besar orang. Selama kita belum menangkap makhluk ini hidup atau mati, semua orang akan tetap beranggapan makhluk ini hanyalah sebuah mitos atau sebuah lelucon sama seperti makhluk-makhluk danau lainnya di seluruh dunia.
 
yah, hoax ato nggak, bukan urusan saya, tp kembali pada diri masing2... 

source : xfile-enigma.blogspot.com
READ MORE - Myth Of Mokele Mbembe

Need a Translate?

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Popular Posts